Indeks Kepuasan Publik pada Kemendikdasmen 2025 Naik Tajam, Raih Predikat Sangat Baik

Lima program unggulan Kemendikdasmen, yakni Revitalisasi Satuan Pendidikan, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Senam Anak Indonesia Hebat, Kurikulum, serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah tertinggal. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

JAKARTA -- Kualitas layanan publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menunjukkan tren positif. Hasil Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan (Stakeholder Satisfaction Survey/SSS) Tahun 2025 mencatat indeks kepuasan nasional mencapai angka 88,70 dengan predikat 'Sangat Baik'. Capaian ini meningkat 1,27 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Hasil survei nasional tersebut dipaparkan PT Sigma Research Indonesia di hadapan jajaran pejabat Eselon I dan II Kemendikdasmen, di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyambut positif peningkatan indeks kepuasan tersebut. Menurutnya, hasil survei ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap layanan dan program yang dijalankan Kemendikdasmen.

“Predikat sangat baik ini menunjukkan bahwa layanan dan program Kemendikdasmen semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun, survei ini juga menjadi instrumen penting untuk menjaga akuntabilitas sekaligus memastikan perbaikan layanan dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis data,” ujar Suharti.

Meski demikian, Suharti mengingatkan seluruh unit kerja agar tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan pentingnya membaca hasil survei secara mendalam untuk mengidentifikasi aspek layanan yang masih perlu ditingkatkan.

“Kita perlu fokus pada indikator yang nilainya masih di bawah ekspektasi masyarakat. Harapan publik terhadap layanan Kemendikdasmen akan terus meningkat, sehingga perbaikan harus dilakukan secara konsisten,” tegas Suharti.

Kualitas layanan publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menunjukkan tren positif. Hasil Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan (Stakeholder Satisfaction Survey/SSS) Tahun 2025 mencatat indeks kepuasan nasional mencapai angka 88,70 dengan predikat 'Sangat Baik'. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Sementara itu, Direktur Riset Sigma Research Indonesia, Prima Ariestonandri, menjelaskan bahwa pada 2025 terdapat 66 program unggulan Kemendikdasmen yang disurvei. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencakup 40 program.

“Sebanyak 25 program masuk kategori A atau Sangat Baik dengan skor di atas 88,30. Program lainnya berada pada kategori B atau Baik. Klasifikasi ini mengacu pada Permen PANRB Nomor 14 Tahun 2017,” jelas Prima.

Prima menambahkan, program Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama mencatatkan nilai kepuasan tertinggi dengan skor 98,41. Sementara berdasarkan gap analysis—selisih antara tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan—Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) memperoleh skor tertinggi sebesar 3,94. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat dan layanan ADEM dinilai melampaui ekspektasi pemangku kepentingan.

Sejumlah program yang baru digulirkan pada 2025 juga mencatat hasil menggembirakan. Digitalisasi pembelajaran memperoleh skor 87,72 dengan predikat Baik, sementara program revitalisasi satuan pendidikan meraih skor 89,80 atau Sangat Baik.

Menariknya, program digitalisasi pembelajaran dinilai bermanfaat oleh 61 persen masyarakat di daerah tertinggal. Selain itu, lima program unggulan lainnya—Revitalisasi Satuan Pendidikan, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Senam Anak Indonesia Hebat, Kurikulum, serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah—juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah tertinggal.

Di sisi layanan publik, Unit Layanan Terpadu (ULT) sebagai garda terdepan pengaduan dan informasi masyarakat mencatat skor 92,50 dengan predikat Sangat Baik. Atribut tertinggi terdapat pada aspek perilaku pelaksana dengan skor 95. Capaian ini meningkat 0,16 poin dibandingkan tahun 2024.

Survei nasional ini dilakukan melalui metode wawancara tatap muka dan telesurvei. Sebanyak 9.000 responden penerima manfaat dari 66 program Kemendikdasmen terlibat, tersebar di 38 provinsi. Pengumpulan data berlangsung pada November hingga Desember 2025, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±1,03 persen.

Dengan capaian indeks kepuasan yang terus meningkat, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola layanan, memperluas pemerataan di seluruh wilayah, serta memastikan setiap kebijakan pendidikan benar-benar menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat Indonesia.

(***)


Posting Komentar untuk "Indeks Kepuasan Publik pada Kemendikdasmen 2025 Naik Tajam, Raih Predikat Sangat Baik"