KENDARI -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti mengapresiasi peran aktif Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pendidikan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai memberi kontribusi signifikan dalam peningkatan mutu layanan pendidikan sepanjang 2025.
Apresiasi itu disampaikan Abdul Mu’ti saat membuka Rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kemendikdasmen Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (9/1/2026). Menurutnya, sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat dan daerah menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan program pendidikan ke depan.
“Atas nama Kemendikdasmen, saya mengucapkan terima kasih kepada UPT, Dinas Pendidikan provinsi, kabupaten, kota, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Sulawesi Tenggara yang terus menunjukkan komitmen kuat melalui kolaborasi nyata,” ujar Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen menegaskan, kerja sama yang sudah berjalan harus terus diperkuat agar dampak program tidak berhenti pada 2025, melainkan berlanjut dan semakin dirasakan manfaatnya pada 2026. “Kolaborasi ini menjadi pemantik semangat untuk bekerja lebih baik lagi demi terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua,” katanya.
Dalam arahannya, Mendikdasmen juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dampak dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Ia menekankan bahwa peningkatan sarana harus diiringi dengan peningkatan kualitas proses belajar-mengajar.
“Kami mendorong satuan pendidikan penerima manfaat agar benar-benar meningkatkan mutu pembelajaran. Guru tidak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga agen peradaban,” tegas Mendikdasmen.
Untuk mendukung hal tersebut, Kemendikdasmen terus mengembangkan berbagai program peningkatan kompetensi guru, mulai dari Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Pendidikan Profesi Guru (PPG), peningkatan kompetensi guru Bimbingan Konseling, pembelajaran mendalam (deep learning), hingga penguatan kapasitas di bidang koding dan kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, dan pelatihan lainnya.
Abdul Mu’ti juga menyinggung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA pada 2025 yang berjalan lancar dan telah diumumkan secara nasional. Ia berharap pada 2026, BPMP dan UPT Kemendikdasmen di Sulawesi Tenggara dapat mengawal pelaksanaan TKA untuk siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP. “Hasil TKA akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penerimaan murid baru melalui jalur prestasi di jenjang berikutnya,” ujarnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan program pendidikan juga disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka. Ia mengapresiasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dinilai memberi dampak positif bagi daerah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan. Program Kemendikdasmen sangat membantu upaya tersebut,” kata Andi Sumangerukka.
Andi menambahkan, Pemprov Sultra tengah menginisiasi pengembangan SD dan SMP unggul yang diharapkan menjadi pemasok peserta didik bagi SMA Unggul Garuda yang telah dibangun di daerah tersebut. Selain itu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga didorong sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Salah satunya melalui kolaborasi dengan Kemendikdasmen untuk meningkatkan kompetensi SMK bidang pertanian dan perikanan, agar mampu menjadi penyedia bahan baku pangan bagi program Makan Bergizi Gratis,” jelas Andi.
Sementara itu, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara Junaiddin Pagala mengungkapkan, sepanjang 2025 pihaknya aktif menjalin sinergi dengan dinas pendidikan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
Menurut Junaiddin, implementasi program prioritas menunjukkan hasil positif. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan telah menjangkau 348 satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Selain itu, hingga Desember 2025, sebanyak 4.465 satuan pendidikan telah menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID). “Sebanyak 2.131 guru dan tenaga kependidikan juga mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan sarana digital pembelajaran,” ungkapnya.
Ke depan, BPMP bersama UPT Kemendikdasmen lainnya di Sulawesi Tenggara, seperti Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) dan Balai Bahasa, berkomitmen terus mendampingi pelaksanaan kebijakan dan program prioritas Kemendikdasmen pada 2026 melalui kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Direktur SMA Kemendikdasmen, serta para kepala UPT terkait di lingkungan Provinsi Sulawesi Tenggara.
(***)

Posting Komentar untuk "Mendikdasmen Apresiasi Sinergi Pendidikan di Sultra, Program Prioritas 2025 Dinilai Berdampak Nyata"