Kemendikdasmen Tetap Turun ke Sekolah Terdampak Bencana, Pastikan Proses Belajar tak Terhenti

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) melakukan kunjungan langsung ke sejumlah satuan pendidikan terdampak bencana di Provinsi Sumatra Barat pada 7–8 Januari 2026. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
 

PADANG -- Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah situasi darurat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) melakukan kunjungan langsung ke sejumlah satuan pendidikan terdampak bencana di Provinsi Sumatra Barat pada 7–8 Januari 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan serta hak belajar peserta didik tetap terpenuhi, meskipun sekolah berada dalam kondisi pascabencana. Kehadiran BSKAP di lapangan sekaligus menjadi bentuk pendampingan langsung bagi sekolah dan guru yang menghadapi tantangan pembelajaran di situasi darurat.

Dalam kunjungan tersebut, Kemendikdasmen menyalurkan bantuan buku pembelajaran melalui Pusat Perbukuan ke sekolah-sekolah terdampak. Bantuan ini ditujukan untuk menjawab keterbatasan akses pembelajaran, terutama di satuan pendidikan yang belum dapat memanfaatkan sarana digital akibat kerusakan infrastruktur.

Sekolah yang dikunjungi meliputi SDN 05 Batang Anai dan SMAN 1 Batang Anai di Kabupaten Padang Pariaman; SDN 49 Batang Kabung, SDN 16 Air Tawar, dan SMAN 9 Kota Padang di Kota Padang; serta SMPN 1 Kubung di Kabupaten Solok.

Secara keseluruhan, Kemendikdasmen telah menyalurkan 147.770 eksemplar buku pembelajaran dalam penanganan bencana alam di wilayah Sumatra sepanjang 2025. Jumlah tersebut terdiri atas 91.100 eksemplar Buku Teks Utama untuk jenjang PAUD hingga SMA, serta 56.670 eksemplar Buku Nonteks Pelajaran untuk PAUD, SD, SMP/SMA, dan pendidikan khusus. Penyaluran buku menjangkau Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Tak hanya menyalurkan bantuan, BSKAP juga melakukan sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Panduan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana. Panduan ini disusun sebagai acuan praktis bagi kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran yang adaptif, aman, dan berorientasi pada pemulihan psikososial peserta didik.

Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa panduan tersebut dirancang dengan pendekatan fleksibel dan berpihak pada kondisi sekolah. Menurutnya, satuan pendidikan memerlukan ruang penyesuaian agar pembelajaran tetap bermakna tanpa menambah beban bagi guru maupun murid.

“Dalam kondisi bencana, sekolah menghadapi situasi yang sangat beragam. Karena itu, panduan ini kami susun agar mudah diterapkan, kontekstual, dan memberi keleluasaan bagi sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi riil di lapangan,” ujar Toni.

Toni menambahkan, buku pembelajaran tetap menjadi sumber belajar paling siap digunakan dalam berbagai situasi. Oleh sebab itu, ketersediaan buku menjadi bagian penting dari strategi pemulihan pendidikan, terutama ketika sarana pendukung belum sepenuhnya pulih.

Selama kunjungan, tim BSKAP juga berdialog langsung dengan kepala sekolah dan guru. Berbagai persoalan mengemuka, mulai dari keterbatasan ruang belajar, kondisi psikologis peserta didik, hingga kebutuhan pendampingan dalam pelaksanaan pembelajaran darurat. Masukan tersebut menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan ke depan.

Di sisi lain, pemantauan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) turut dilakukan untuk memastikan transformasi digital pendidikan tetap berjalan secara inklusif. Pemantauan mencakup kondisi perangkat dan keamanan Papan Digital Interaktif agar tetap dapat dimanfaatkan secara optimal di sekolah terdampak.

Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, menyebut kondisi lapangan menuntut pendekatan yang adaptif dalam penguatan pembelajaran berbasis teknologi.

“Kami melihat langsung kondisi fasilitas TIK di sekolah-sekolah terdampak bencana. Transformasi digital harus selaras dengan kondisi nyata di lapangan dan tidak menambah beban baru bagi satuan pendidikan,” kata Rowi.

Melalui kunjungan ini, Kemendikdasmen menegaskan bahwa pemulihan pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kebijakan, pendampingan satuan pendidikan, serta penyediaan sumber belajar yang relevan dan mudah diakses.

Ke depan, BSKAP akan melakukan pemantauan berkala terhadap penerapan Petunjuk Teknis Pembelajaran di satuan pendidikan terdampak bencana. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan dan penyusunan rekomendasi lanjutan yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat, Kemendikdasmen berharap proses pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana dapat berlangsung berkelanjutan. Upaya ini dilakukan agar setiap anak Indonesia tetap memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, tanpa terhenti oleh kondisi darurat.

(***)

Posting Komentar untuk "Kemendikdasmen Tetap Turun ke Sekolah Terdampak Bencana, Pastikan Proses Belajar tak Terhenti"