Data tersebut dihimpun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB). Dari total anggaran yang dialokasikan, sebesar Rp411,4 miliar telah dicairkan untuk mendukung pemulihan ruang belajar dan sarana pendidikan.
Percepatan Pemulihan Pembelajaran Pascabencana
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa percepatan pemulihan pembelajaran menjadi prioritas utama agar hak belajar siswa tetap terjamin, meskipun berada dalam situasi darurat.
“Setiap anak berhak kembali belajar dalam kondisi aman dan nyaman. Karena itu, percepatan pencairan anggaran dan penyempurnaan mekanisme penyaluran bantuan menjadi langkah konkret agar ruang-ruang belajar yang terdampak bencana dapat segera dipulihkan,” ujar Gogot, Minggu (1/3/2026).
Gogot menambahkan, pemerintah berupaya memastikan proses administrasi berjalan cepat tanpa mengurangi aspek akuntabilitas.
Tambahan 248 Sekolah dan Buka Blokir Anggaran
Pekan ini, proses pencairan sempat tertunda karena adanya adendum PKS untuk penyesuaian penambahan mebelair dalam paket revitalisasi. Namun, pada pekan depan ditargetkan sebanyak 248 sekolah tambahan akan menandatangani PKS, sehingga total penerima bantuan terus bertambah.
Di sisi lain, Kemendikdasmen melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) telah membuka blokir anggaran bantuan pemerintah (Banpem) sebesar Rp21,6 miliar. Dana tersebut akan segera disalurkan guna memenuhi kebutuhan pembelajaran pada masa transisi darurat menuju tahap pemulihan penuh.
Langkah ini dinilai krusial, mengingat sejumlah wilayah masih menghadapi banjir dan longsor susulan yang berpotensi menghambat aktivitas belajar-mengajar.
Bantuan untuk 36 Ribu Guru
Tak hanya sarana dan prasarana, perhatian juga diberikan kepada tenaga pendidik. Hingga kini, bantuan bagi guru terdampak telah tersalurkan sebesar Rp220 miliar untuk sekitar 36 ribu guru.
Proses verifikasi masih berlangsung terhadap 23 ribu guru lainnya agar bantuan dapat tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
Pemerintah menegaskan, pemulihan sekolah terdampak bencana bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga pemulihan ekosistem pembelajaran secara menyeluruh. Hal ini mencakup ketersediaan fasilitas belajar, dukungan psikososial, serta keberlanjutan kegiatan belajar mengajar.
Masyarakat dapat memantau perkembangan terbaru terkait sekolah terdampak banjir dan longsor melalui laman resmi referensi data Kemendikdasmen.
Dengan total anggaran lebih dari Rp1,2 triliun dan pencairan yang terus berjalan, pemerintah berharap proses pemulihan pendidikan pascabencana di Sumatra dapat berlangsung cepat, transparan, dan berdampak langsung bagi siswa serta guru.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "1.741 Sekolah Terdampak Bencana Teken PKS Revitalisasi, Anggaran Tembus Rp1,2 Triliun"