Kemendikdasmen Perkuat Program Sekolah Aman dan Nyaman: Fokus Cegah Masalah Kesehatan Mental Siswa

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam rapat bersama tingkat menteri di Jakarta, Kamis (5/3/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen) 
JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat langkah strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sekaligus mendukung kesehatan mental peserta didik di Indonesia.

Upaya tersebut ditegaskan melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja. Penandatanganan dilakukan bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait dalam Rapat Tingkat Menteri di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan pemerintah menaruh perhatian serius terhadap kesehatan mental siswa, mengingat isu tersebut semakin menjadi perhatian di dunia pendidikan.

“Sebagai landasan kebijakan, kami telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta Keputusan Menteri Nomor 17 Tahun 2026,” ujar Mu’ti.

Menurut Mu'ti, kedua regulasi tersebut menjadi pijakan penting bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan psikologis peserta didik.

Kolaborasi Lintas Kementerian

Program ini dijalankan melalui kerja sama lintas kementerian, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan sekaligus mempercepat penanganan masalah kesehatan mental pada anak dan remaja di lingkungan sekolah.

Strategi Kemendikdasmen Ciptakan Sekolah Ramah Siswa

Dalam paparannya, Mu’ti menjelaskan sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan kementeriannya.

Beberapa program utama yang menjadi fokus antara lain:

* Penguatan dan percepatan program wajib belajar 13 tahun
* Peningkatan kualitas pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan
* Peningkatan mutu proses belajar mengajar
* Penguatan tata kelola pendidikan
* Pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan manajemen sumber daya manusia (SDM) di sekolah. Dalam paradigma baru ini, penanganan kesehatan mental tidak hanya menjadi tanggung jawab guru bimbingan konseling (BK), tetapi melibatkan seluruh tenaga pendidik.

Empat Pilar Sekolah Aman dan Nyaman

Kemendikdasmen menekankan bahwa implementasi program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman berfokus pada empat aspek utama:

| Aspek Utama                | Penjelasan                                      |

| Spiritual                  | Pemenuhan nilai keagamaan dan moral siswa       |
| Perlindungan fisik         | Lingkungan sekolah bebas kekerasan              |
| Kesejahteraan psikologis   | Dukungan kesehatan mental siswa                 |
| Sosio-kultural dan digital | Lingkungan sosial serta ruang digital yang aman |

Pemantauan program juga diperkuat melalui pemanfaatan data Rapor Pendidikan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Di sisi lain, digitalisasi laporan kasus terus dikembangkan guna mempercepat respons penanganan.

Program Penguatan Karakter Peserta Didik

Selain aspek perlindungan, Kemendikdasmen juga menaruh perhatian pada pembangunan karakter siswa melalui berbagai program, di antaranya:

* Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
* 7 Jurus Sekolah Hebat
* Program Guru Wali
* Program Sekolah Sehat

Program Sekolah Sehat sendiri mencakup lima dimensi kesehatan, yaitu kesehatan fisik, imunisasi, kesehatan jiwa, kebugaran, dan kesehatan lingkungan.

Kemendikdasmen juga mendorong partisipasi aktif siswa melalui Gerakan Rukun Sama Teman, kegiatan upacara bendera dengan Ikrar Pelajar Pancasila, serta aktivitas kepramukaan yang menanamkan nilai spiritual, sosial, dan intelektual.

Modul Karakter dan Pedoman Kesehatan Mental

Sebagai dukungan tambahan, Kemendikdasmen menerbitkan Modul Pembiasaan Karakter Hebat yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan kokurikuler.

Selain itu, tersedia pula Buku Pedoman Kesehatan Jiwa Remaja SMP yang dirancang untuk membantu guru dan orang tua memahami kondisi psikologis remaja.

“Kami berharap pedoman tersebut dapat memperkuat komunikasi antara orang tua, guru, dan peserta didik sehingga kesehatan mental anak dapat terjaga secara menyeluruh,” kata Mu’ti menandaskan.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah berharap sekolah di Indonesia dapat menjadi ruang belajar yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga mampu menjaga kesehatan mental dan perkembangan karakter generasi muda.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Kemendikdasmen Perkuat Program Sekolah Aman dan Nyaman: Fokus Cegah Masalah Kesehatan Mental Siswa"