Langitkan Imajinasi Anak! Kemendikdasmen Tebar 2.600 Buku Gratis di Bandara Halim, Pemudik Bisa Bawa Pulang 5 Eksemplar

Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (16/3/2026. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
JAKARTA – Suasana ruang tunggu keberangkatan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (16/3/2026) terasa berbeda. Di sela-sela heningnya penumpang menanti pesawat, terdengar tawa renyah anak-anak yang asyik membalik halaman buku bergambar. 

Mereka adalah peserta program "Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026" yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa).

"I like it! It's great," seru Veta, seorang bocah yang baru saja mendapatkan buku cerita penuh warna, tak kuasa mengalihkan pandangannya. 

Ibunya, Florence, yang hendak terbang ke Bali, mengaku sangat mengapresiasi inisiatif ini. "Menurut saya ini sangat baik. Kebetulan anak saya memang sangat gemar membaca," ujarnya, seraya berharap program ini menjadi agenda rutin tahunan.

Strategi Baru: Menjemput Bola di Dalam Ruang Tunggu

Tahun ini, Badan Bahasa mengubah strategi. Tak lagi berada di luar area keberangkatan, mereka langsung masuk ke ruang tunggu penumpang. 

Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar interaksi dengan para pemudik, terutama anak-anak, menjadi lebih berkualitas.

"Tahun lalu kami berada di luar ruangan, dan itu kurang menguntungkan. Sekarang kami masuk ke ruang tunggu karena sasaran utama kami adalah mereka yang akan berangkat. Di sini, pemudik punya waktu luang sebelum terbang, sehingga animonya jauh lebih tinggi," kata Iwa.

Di Bandara Halim saja, Badan Bahasa menyiapkan sekitar 2.600 eksemplar buku dari total 24.000 buku yang disebar di tujuh titik mudik utama Jakarta. Yang lebih menggembirakan, setiap pemudik diperbolehkan membawa pulang hingga lima buku secara cuma-cuma.

Alternatif Sehat di Tengah Gempuran Gawai

Kevin, seorang ayah yang tengah menunggu jadwal boarding, menyebut program ini sebagai alternatif aktivitas yang jauh lebih sehat bagi anak. 

"Baik sekali ya. Jadi mendorong anak-anak jadi mau baca. Selain mungkin hari ini kan banyak yang main gadget, jadi ada aktivitas lain buat anak-anak," ungkapnya sambil mengamati pilihan buku yang variatif untuk anaknya yang berusia 2 tahun.

General Manager Operations Bandara Halim Perdanakusuma, Kolonel Ali Sudibyo, memandang kegiatan ini sebagai oase di tengah kepungan teknologi digital. 

"Zaman sekarang anak-anak sedikit-sedikit pakai gadget. Makan pakai gadget, semua pakai gadget. Dengan adanya pembagian buku gratis ini, kita membiasakan mereka kembali membaca dan mencari literasi," ujar Ali mantap.

Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Literasi

Kesuksesan program ini bukan kerja tunggal. Badan Bahasa menggandeng berbagai pihak, mulai dari Perpustakaan Nasional, Pusat Perbukuan, hingga puluhan penerbit. 

Iwa Lukmana menjelaskan bahwa buku-buku yang dibagikan telah dikurasi dengan saksama. "Jika buku dari Badan Bahasa, fokusnya adalah buku cerita. Harapan utama kami adalah membangun minat baca anak-anak Indonesia yang dimulai dari ketertarikan mereka pada gambar-gambar di buku," tambahnya.

Melalui "Mudik Asyik Baca Buku", Kemendikdasmen ingin menitipkan pesan bahwa di dalam tas mudik setiap anak Indonesia, harus ada ruang untuk imajinasi. 

Harapannya, kegemaran membaca ini tidak berhenti di bandara, melainkan terus tumbuh dan mekar saat mereka tiba di kampung halaman. Karena pada akhirnya, literasi terbaik dimulai dari kedekatan keluarga.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)



Posting Komentar untuk "Langitkan Imajinasi Anak! Kemendikdasmen Tebar 2.600 Buku Gratis di Bandara Halim, Pemudik Bisa Bawa Pulang 5 Eksemplar"