![]() |
| Momen Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026) (Foto: Dok. YouTube Setpres) |
GEBRAK.ID; JAKARTA – Sebuah momen menarik tersaji usai pelantikan pejabat Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026). Presiden RI Prabowo Subianto terlihat menyalami akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung, sosok yang selama ini dikenal sebagai kritikus tajam pemerintah.
Dalam suasana yang cair, Presiden Prabowo tampak tersenyum dan berbincang santai dengan Rocky. Tak hanya itu, Ketua Dewan Direktur Great Institute Syahganda Nainggolan juga terlihat ikut dalam percakapan tersebut. Ketiganya bahkan sempat tertawa bersama, menciptakan atmosfer hangat yang kontras dengan citra kritis Rocky selama ini.
Momen tersebut terjadi setelah Presiden Prabowo melantik enam pejabat baru, termasuk Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Kehadiran Rocky dalam acara kenegaraan ini menjadi sorotan publik. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai intelektual yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah, khususnya pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kritiknya sering kali tajam, menyasar isu demokrasi, kebebasan berpendapat, hingga arah kebijakan ekonomi dan politik nasional.
Rocky, yang berlatar belakang filsafat, kerap memosisikan diri sebagai “penyeimbang” dalam diskursus publik. Gaya komunikasinya yang lugas dan provokatif membuatnya kerap menjadi pusat perhatian, baik di media maupun ruang-ruang diskusi.
Namun, kehadirannya di Istana kali ini memberi sinyal berbeda. Meski belum ada pernyataan resmi terkait peran atau kedekatan politiknya dengan pemerintahan saat ini, interaksi hangat dengan Presiden Prabowo memunculkan spekulasi tentang terbukanya ruang dialog antara pemerintah dan kalangan kritis.
Momen ini mencerminkan dinamika politik yang lebih cair. Dalam sistem demokrasi, kritik dan kekuasaan sejatinya tidak harus berhadap-hadapan secara permanen, melainkan bisa bertemu dalam ruang komunikasi yang konstruktif.
Sementara itu, kehadiran Mohammad Jumhur Hidayat yang juga merupakan Ketua Dewan Penasihat Great Institute, lembaga yang menaungi Syahganda, turut menjelaskan keterkaitan jejaring yang mempertemukan para tokoh tersebut di Istana.
Pelantikan hari itu sendiri menjadi bagian dari langkah strategis Presiden Prabowo dalam menyegarkan kabinet dan memperkuat kinerja pemerintahan. Namun, di luar agenda resmi, momen interaksi dengan Rocky Gerung justru menjadi sorotan yang tak kalah kuat.
Apakah ini sekadar gestur simbolik atau awal dari pendekatan baru antara pemerintah dan kelompok kritis? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, peristiwa ini menunjukkan bahwa dalam politik, jarak bisa berubah menjadi kedekatan dalam satu momentum yang tepat.
(*)
Artikel Terkait:
- Reshuffle Terbaru! Presiden Prabowo Lantik Dudung hingga Jumhur, Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru
- Prabowo Kembali Tata Kekuasaan dan Kendalikan Narasi Politik
- Isyarat Reshuffle Menguat, Dudung hingga Hasan Nasbi Dipanggil ke Istana

Posting Komentar untuk "Dulu Keras Mengkritik, Kini Tertawa Disalami Prabowo di Istana: Ada Apa dengan Rocky Gerung?"