Mudik 2026 Makin Berwarna: 24 Ribu Buku Dibagikan Gratis di Stasiun dan Terminal Lewat Program MABB

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang meninjau Stasiun Pasar Senen pada Selasa (17/3/2026), menilai kehadiran buku di ruang transportasi publik sebagai langkah strategis. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Arus mudik Lebaran tahun 2026 ini tak hanya dipenuhi koper, kardus oleh-oleh, dan wajah-wajah lelah para perantau. Di sejumlah stasiun, terminal, hingga bandara, ada pemandangan berbeda: anak-anak duduk membaca buku, ditemani orang tua yang membacakan cerita sebelum perjalanan panjang dimulai.

Itulah suasana yang tercipta dalam gelaran Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026, program inisiatif Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan literasi di ruang publik, khususnya di titik-titik transportasi saat musim mudik.

Sebanyak 24 ribu eksemplar buku bacaan bermutu dibagikan kepada para pemudik, terutama anak-anak, di berbagai lokasi strategis seperti Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Stasiun Pasar Senen, hingga Bandara Halim Perdanakusuma.

Dapat Sorotan Pejabat Negara

Program ini tak luput dari perhatian sejumlah pejabat negara yang tengah melakukan peninjauan arus mudik. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat meninjau Terminal Pulo Gebang pada Senin (16/3/2026), menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tersebut.

“Ini adalah hal yang luar biasa dan tentu saya sangat mendukungnya,” ujar Yassierli. “Upaya seperti ini penting untuk menumbuhkan minat baca anak-anak sejak dini.”

Apresiasi serupa datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, saat berada di Terminal Kampung Rambutan. Ia menilai kesiapan fasilitas mudik tidak hanya soal keamanan, tetapi juga kenyamanan psikologis penumpang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada unsur pelayanan publik di sini, termasuk dari Badan Bahasa yang melayani anak-anak supaya tidak bosan dengan memberikan buku-buku bacaan selama perjalanan maupun saat tiba di kampung halaman,” jelas Djamari.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang meninjau Stasiun Pasar Senen pada Selasa (17/3/2026), menilai kehadiran buku di ruang transportasi publik sebagai langkah strategis.

“Ini bisa dimanfaatkan anak-anak selama perjalanan. Orang tua juga bisa membacakan cerita. Budayakan membaca karena buku adalah jendela dunia,” kata AHY.

Sinergi Pusat dan Daerah

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintah dalam memperkuat budaya baca.

“Langkah ini harus konsisten kita lakukan untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia. Dengan membaca, kita membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, dan itu harus dimulai dari anak-anak,” ujar Luthfi.

Dukungan legislatif juga disampaikan Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Ia menyebut program ini sederhana secara konsep, tetapi berdampak besar dalam jangka panjang.

“Kehadiran buku di ruang publik seperti stasiun dan terminal adalah cara kreatif memperkenalkan anak-anak pada bacaan. Ini langkah konkret meningkatkan akses dan kebiasaan membaca sejak dini,” cetus Hetifah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa syukur atas respons positif berbagai pihak. “Alhamdulillah program ini berjalan lancar. Jumlah buku yang dibagikan terus meningkat dan dukungan masyarakat pun semakin besar,” kata dia.

Literasi di Tengah Mobilitas Nasional

Berdasarkan data berbagai survei literasi nasional dalam beberapa tahun terakhir, tantangan budaya baca di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, menghadirkan buku di ruang-ruang publik yang padat seperti terminal dan stasiun menjadi strategi pendekatan yang lebih inklusif.

Momentum mudik dinilai tepat. Waktu tunggu keberangkatan yang biasanya diisi dengan bermain gawai, kini bisa dimanfaatkan untuk membaca. Anak-anak tidak hanya terhibur, tetapi juga mendapatkan asupan literasi yang membangun daya pikir dan imajinasi.

Kolaborasi Lintas Sektor

Kesuksesan MABB 2026 tak lepas dari kolaborasi multipihak. Program ini didukung oleh Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Pusat Perbukuan, serta sejumlah penerbit seperti Balai Pustaka dan Gramedia Pustaka Utama.

Dukungan juga datang dari PT Kereta Api Indonesia Daop I, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Unit Terminal Terpadu Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak, hingga komunitas pegiat literasi dan Ikatan Duta Bahasa Nasional.

Dengan sinergi tersebut, MABB tidak hanya menjadi program musiman, tetapi bagian dari gerakan berkelanjutan membangun ekosistem literasi nasional.

Di tengah padatnya arus mudik 2026, kehadiran buku menjadi simbol bahwa perjalanan pulang tak sekadar soal jarak, tetapi juga tentang membuka jendela dunia bagi generasi masa depan.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Mudik 2026 Makin Berwarna: 24 Ribu Buku Dibagikan Gratis di Stasiun dan Terminal Lewat Program MABB"