![]() |
| Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah,Din Syamsuddin. (Foto: Antara) |
JAKARTA -- Wacana pembentukan Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kritik tajam dari sejumlah tokoh dunia Islam. Salah satunya datang dari M. Din Syamsuddin, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, yang menilai lembaga tersebut justru berpotensi melemahkan Palestina serta memperkuat dominasi Israel di kawasan Timur Tengah.
Menurut Din, komposisi dan cara kerja dewan tersebut memunculkan pertanyaan serius. Pasalnya, lembaga yang diklaim bertujuan membantu rekonstruksi Palestina—terutama wilayah Gaza—justru tidak melibatkan unsur Palestina secara langsung.
“Ini sungguh aneh dan bertentangan dengan nalar jernih. Lembaga yang katanya membantu rekonstruksi Palestina justru tidak memasukkan pihak Palestina sebagai bagian dari dewan tersebut,” ujar Din dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Din menilai kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Board of Peace lebih menyerupai kamuflase politik. Bahkan, menurutnya, perkembangan terakhir menunjukkan lembaga itu justru berubah fungsi menjadi “Board of War” atau dewan yang memperpanjang konflik.
Israel Dinilai Semakin Agresif
Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina ini juga menyoroti situasi di lapangan yang, menurutnya, menunjukkan bahwa konflik tidak mereda. Sebaliknya, serangan terhadap Palestina disebut terus terjadi, termasuk di kawasan suci seperti Masjid Al-Aqsha, bahkan saat umat Muslim menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
“Tragisnya, dengan adanya Board of Peace, Israel justru semakin merajalela melakukan serangan setiap hari, termasuk terhadap Masjid Al-Aqsha pada bulan suci Ramadhan,” kata Din.
Mantan Ketua Umum MUI ini juga mengaitkan situasi tersebut dengan dukungan Amerika Serikat terhadap Israel dalam berbagai dinamika konflik regional, termasuk ketegangan dengan Iran.
Dinilai Berpotensi Memecah Dunia Islam
Lebih jauh, Din melihat adanya potensi strategi geopolitik yang dapat memicu perpecahan di kalangan negara-negara Islam. Ia menyebut konflik yang melibatkan Iran berpotensi dimanfaatkan untuk mengadu domba antara Iran dan negara-negara Arab.
Menurut Din, sejumlah insiden keamanan, termasuk penangkapan agen intelijen yang diduga melakukan provokasi di beberapa negara Timur Tengah, memperlihatkan adanya skenario yang lebih besar. “Situasi ini berpotensi memporakporandakan dunia Islam dengan memancing konflik internal antarnegara Muslim,” ujarnya.
Din juga menilai pelibatan negara-negara Muslim lain, termasuk Indonesia dan Turki, perlu dicermati dengan sangat hati-hati agar tidak terjebak dalam kepentingan geopolitik pihak lain.
Indonesia Diminta Hati-Hati
Dalam pandangan Din, Indonesia perlu berhati-hati dalam mengambil posisi dalam konflik global yang kompleks tersebut. Ia menilai upaya Indonesia menjadi mediator akan menghadapi tantangan besar jika tidak didukung oleh kekuatan politik dan diplomasi yang memadai.
“Upaya Indonesia menjadi mediator berpotensi menjadi mimpi jika tidak didukung oleh pengaruh politik yang kuat serta kepemimpinan yang menunjukkan kenegarawanan,” kata Din.
Din juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki amanat konstitusi untuk menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi, sekaligus menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif.
Seruan kepada Presiden Prabowo
Karena itu, Din menyerukan agar Presiden RI Prabowo Subianto mempertimbangkan kembali keterlibatan Indonesia dalam skema Board of Peace.
Din menilai Indonesia sebaiknya kembali pada prinsip dasar politik luar negeri yang independen dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
“Tidak ada pilihan lain kecuali Indonesia segera keluar dari Board of Peace dan kembali pada khittah kenegaraan Indonesia yang sejati,” tegas Din.
Din menambahkan, dialog yang lebih terbuka dan rasional sangat diperlukan agar kebijakan luar negeri Indonesia tetap sejalan dengan kepentingan nasional serta amanat konstitusi.
“Masih ada waktu sebelum semuanya terlambat,” ujar Din, mengingatkan.
(Siaran Pers Din Syamsuddin)

Posting Komentar untuk "Soroti “Board of Peace” Trump yang Justru Lemahkan Palestina dan Dunia Islam, Din Syamsuddin: Indonesia Harus Segera Keluar!"