Menurut Wamen Fajar, program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut menjadi bukti kehadiran negara dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.
“Sekolah Rakyat ini adalah jembatan emas bagi adik-adik yang diinisiasi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya agar kelak menjadi orang hebat yang membanggakan orang tua dan membantu sesama,” ujar Wamen Fajar.
Sekolah Rakyat Jadi Jembatan Masa Depan
Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen berdialog langsung dengan Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Sukabumi, Ihsan Alma’ruf, serta menyapa para siswa di ruang kelas.
Wamen Fajar menanyakan aktivitas belajar yang tengah berlangsung. Salah satu siswa menyampaikan bahwa mereka sedang mempelajari **koding** sebagai bagian dari penguatan keterampilan masa depan.
Wamen Fajar mengaku terkesan dengan semangat para siswa yang berani bermimpi besar. Beberapa di antaranya bercita-cita melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi ternama, menjadi dokter, hingga belajar ke Jepang dan Inggris untuk mendalami industri sepak bola.
“Cita-cita adik-adik ini luar biasa. Jangan pernah ragu bermimpi besar. Keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga, tetapi oleh karakter dan kebiasaan baik,” jelas Wamen Fajar.
Pendidikan Berasrama dan Penguatan Karakter
Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem berasrama dinilai sangat efektif untuk membentuk karakter peserta didik secara konsisten. Wamen Fajar mendorong penerapan program prioritas Kemendikdasmen seperti:
* 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH)
* Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH)
Menurut Wamen Fajar, pembiasaan disiplin, kerja keras, kejujuran, serta semangat beribadah dapat ditanamkan lebih optimal dalam sistem asrama. “Ciri orang sukses adalah rajin belajar, disiplin, jujur, dan memiliki semangat membantu sesama,” tegasnya.
100 Siswa dari Keluarga Rentan Kini Lebih Percaya Diri
Kepala SRMP 7 Sukabumi, Ihsan Alma’ruf, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 100 siswa tingkat SMP yang berasal dari berbagai kecamatan di Sukabumi.
Ihsan menjelaskan bahwa para siswa yang sebelumnya berasal dari latar belakang sosial ekonomi rentan kini mulai menunjukkan perkembangan positif. “Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan mendapatkan lingkungan belajar yang lebih baik dengan dukungan fasilitas dari negara,” ujarnya.
Keberadaan Sekolah Rakyat dinilai bukan sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan.
Sekolah Rakyat dan Implementasi Pancasila
Program Sekolah Rakyat dinilai sebagai bentuk nyata implementasi nilai Pancasila dalam kebijakan pendidikan nasional. Perluasan akses pendidikan bagi kelompok rentan menjadi upaya strategis dalam mengurangi kesenjangan sosial.
Melalui inisiatif ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia—tanpa memandang latar belakang ekonomi—memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Menutup kunjungannya, Wamen Fajar kembali mengingatkan para siswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.
“Adik-adik memiliki kesempatan yang sangat berharga. Belajarlah dengan tekun, raih cita-cita setinggi mungkin, dan kelak jadilah pribadi yang memberi manfaat bagi bangsa,” pesan Wamen Fajar.
Dengan pendekatan inklusif dan berkeadilan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model penguatan pendidikan berbasis nilai Pancasila, sekaligus instrumen mobilitas sosial bagi generasi muda Indonesia.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Wamendikdasmen Fajar: Sekolah Rakyat Wujud Nyata Sila ke-5 Pancasila, Buka Akses Pendidikan Anak Rentan"