![]() |
| Media sosial. (Foto: sulselprov.go.id) |
GEBRAK.ID; JAKARTA – Industri periklanan digital global kini semakin terkonsentrasi pada segelintir platform besar. Laporan terbaru dari lembaga riset Omdia mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen pendapatan iklan media sosial dunia hanya dikuasai oleh empat platform utama.
Keempat raksasa tersebut adalah Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok. Dominasi mereka mencerminkan perubahan besar dalam pola belanja iklan global yang kini beralih ke platform digital berbasis pengguna.
Siapa Saja Penguasa Iklan Digital Dunia?
Berdasarkan data yang dipaparkan analis Omdia, berikut daftar empat media sosial yang menguasai pasar iklan global:
- YouTube
- TikTok
Keempat platform ini secara kolektif menguasai lebih dari 90 persen pangsa iklan media sosial global, meninggalkan porsi kecil bagi platform lain seperti LinkedIn, Pinterest, Reddit, hingga X.
Bahkan, perusahaan induk Facebook dan Instagram, yaitu Meta, disebut menguasai sekitar 70 persen dari total pendapatan iklan media sosial dunia.
Mengapa Hanya Segelintir Platform yang Mendominasi?
Dominasi ini tidak terjadi tanpa alasan. Media sosial dinilai lebih efektif dibandingkan media tradisional karena mampu:
• Menargetkan audiens secara spesifik
• Menyajikan iklan berbasis data dan perilaku pengguna
• Memberikan interaksi langsung antara brand dan konsumen
“Sebagian besar pengeluaran iklan global kini mengalir ke segelintir pemain besar,” ungkap analis Omdia Maria Rua Aguete.
Nilai Pasar Iklan Global Terus Melejit
Dari sisi nilai, industri periklanan global juga mengalami lonjakan signifikan. Pada 2026, total belanja iklan dunia diproyeksikan menembus US$1,6 triliun, naik tajam dari sekitar US$935 miliar pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh iklan digital yang meningkat sekitar 13 persen, jauh lebih cepat dibandingkan iklan tradisional yang hanya tumbuh sekitar 2 persen.
Dampak ke Media Tradisional
Perubahan ini mulai berdampak serius pada media konvensional seperti televisi. Dalam beberapa tahun ke depan, iklan video di media sosial diperkirakan akan menyumbang hingga 40 persen dari total pendapatan TV dan video global.
Di sisi lain, pangsa pasar penyiar tradisional terus menurun, seiring migrasi anggaran iklan ke platform digital yang dianggap lebih efektif dan terukur.
Dominasi empat platform—Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok—menunjukkan bahwa industri periklanan global kini semakin terpusat. Dengan kekuatan data, teknologi AI, dan basis pengguna yang besar, mereka menjadi magnet utama bagi pengiklan di seluruh dunia.
Ke depan, persaingan kemungkinan hanya akan terjadi di antara para raksasa teknologi tersebut, sementara platform kecil harus berjuang keras untuk mendapatkan bagian dari “kue iklan” yang kian kompetitif.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "90 Persen Kue Iklan Digital Dunia Dikuasi 4 Raksasa Media Sosial, Ini Faktanya"