![]() |
| Arab Saudi batasi ketat masuk ke Mekkah selama musim haji 2026. (Foto: freepik) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA---Pemerintah Arab Saudi resmi memperketat akses masuk ke Kota Suci Makkah selama musim haji 1447 H/2026. Dalam kebijakan terbaru, hanya enam kategori tertentu yang diizinkan memasuki wilayah tersebut melalui sistem perizinan digital yang terintegrasi.
Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi menegaskan bahwa kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 Dzulqa’dah 1447 H atau bertepatan dengan 19 April 2026, di mana seluruh akses ke Makkah dibatasi hanya bagi mereka yang memiliki izin resmi.
Enam Kategori yang Diizinkan Masuk Makkah
Berdasarkan keterangan resmi otoritas Saudi, terdapat enam kelompok yang dapat mengajukan izin masuk Makkah melalui platform digital Absher, yakni:
1. Pemegang Premium Residency (residen premium)
2. Investor asing di Arab Saudi
3. Warga negara dari Dewan Kerja Sama Teluk (GCC)
4. Ibu non-Saudi yang memiliki anak warga Saudi
5. Anggota keluarga non-Saudi dari warga Saudi
6. Pekerja rumah tangga
“Izin masuk diberikan melalui platform Absher dengan prosedur yang lebih sederhana dan sepenuhnya digital,” demikian keterangan otoritas paspor Saudi, sebagaimana dilaporkan media setempat.
Akses Tanpa Izin Dilarang Keras
Selain enam kategori tersebut, otoritas Saudi menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi individu yang mencoba masuk ke Makkah tanpa izin resmi. Akses hanya diberikan kepada mereka yang memiliki:
• Visa haji resmi
• Izin kerja di Makkah
• Izin tinggal (residensi) yang terdaftar di Makkah
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan jutaan jamaah dari seluruh dunia serta mencegah kepadatan berlebih yang berpotensi mengganggu keamanan dan kelancaran ibadah.
Sistem Digital Jadi Kunci Pengawasan
Pemerintah Saudi kini mengandalkan sistem digital terintegrasi seperti Absher, Muqeem, dan Tasreeh untuk mengelola perizinan secara real-time. Kebijakan ini sekaligus menghapus kebutuhan pengurusan manual di kantor imigrasi.
Otoritas keamanan menegaskan komitmen mereka dalam menegakkan aturan secara ketat. Seluruh proses masuk ke kawasan suci diawasi untuk memastikan hanya pihak berwenang yang dapat mengakses wilayah tersebut selama puncak musim haji.
Antisipasi Kepadatan dan Keamanan
Pembatasan ini menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi dalam menjaga keselamatan jamaah. Dengan sistem seleksi berbasis izin, pemerintah berharap arus manusia menuju Makkah dapat lebih terkendali dan risiko insiden dapat diminimalkan.
Kebijakan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pelanggaran aturan, termasuk masuk tanpa izin, akan ditindak tegas selama penyelenggaraan Haji 2026.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "Arab Saudi Batasi Ketat Akses Makkah saat Haji 2026, Hanya 6 Kategori Ini yang Diizinkan Masuk"