Arca Shiva dan Prasasti Damalung Resmi Kembali ke Pangkuan Indonesia Setelah Berabad-abad Tersimpan di Belanda

Prasasti Damalung (1449 M): Berasal dari lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Prasasti ini ditulis dalam aksara Jawa Kuno dan memberikan wawasan penting tentang kehidupan sosial politik pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Jawa. (Foto: Kemenbud RI)

Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; JAKARTA – Kabar baik datang dari dunia kebudayaan tanah air. Setelah berpisah selama berabad-abad, dua artefak bersejarah paling bernilai yang sebelumnya tersimpan di negeri kincir angin, Belanda, akhirnya resmi kembali ke Indonesia.

Prosesi sejarah ini menjadi babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia-Belanda, khususnya dalam upaya pelurusan sejarah atau rekonsiliasi atas warisan kolonial.

Dikutip dari laporan Restitution Matters dan siaran pers De Havenloods, artefak yang dipulangkan tersebut adalah Arca Shiva dari abad ke-13 dan Prasasti Damalung dari abad ke-15.

Perjalanan Panjang Menuju Rumah


Kedua benda purbakala ini sebelumnya merupakan koleksi bergengsi di Wereldmuseum (Museum Dunia) yang berlokasi di Amsterdam dan Leiden. Namun, berdasarkan hasil penelitian asal-usul (provenance research) yang dilakukan bersama, dipastikan bahwa artefak tersebut dibawa ke Eropa secara tidak sah atau paksa pada era kolonial.

Kesepakatan pengembalian ini secara resmi ditandatangani pada 31 Maret 2026 di Den Haag. Penandatanganan dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, dan Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda, Youssef Louakili.

Bukan Sekadar Batu dan Patung


Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia (RI), Fadli Zon, menyatakan bahwa momen ini bukan hanya tentang perpindahan barang fisik, melainkan soal pemulihan harga diri bangsa.

"Ini adalah pemulihan memori kolektif bangsa dan langkah nyata menuju rekonsiliasi sejarah. Warisan budaya harus kembali kepada masyarakat yang menjadi pemiliknya," ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).

Arca Shiva (Abad ke-13): Berasal dari Candi Kidal, dekat Malang, Jawa Timur. Arca ini menggambarkan sosok dewa utama dalam agama Hindu dan merupakan mahakarya seni pahat Singasari yang sangat langka.

Fadli Zon sebelumnya juga menegaskan bahwa budaya adalah pilar utama bangsa, bukan sekadar warisan mati. Pengembalian ini selaras dengan komitmen pemerintah untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan geopolitik baru.

Detail Artefak yang Dikembalikan

1.  Arca Shiva (Abad ke-13): Berasal dari Candi Kidal, dekat Malang, Jawa Timur. Arca ini menggambarkan sosok dewa utama dalam agama Hindu dan merupakan mahakarya seni pahat Singasari yang sangat langka.
2.  Prasasti Damalung (1449 M): Berasal dari lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Prasasti ini ditulis dalam aksara Jawa Kuno dan memberikan wawasan penting tentang kehidupan sosial politik pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Jawa.

Naskah Al-Qur'an yang dahulu dirampas dari rumah pahlawan nasional Aceh, Teuku Umar, oleh tentara kolonial Belanda.
 

Selain dua benda tersebut, dalam gelombang pemulangan kali ini, Belanda juga mengembalikan sebuah naskah Al-Qur'an yang dahulu dirampas dari rumah pahlawan nasional Aceh, Teuku Umar, oleh tentara kolonial Belanda.

Tren Positif Repatriasi

Pengembalian ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada tahun 2025, Indonesia telah berhasil memulangkan fosil Manusia Jawa (Homo erectus) yang sempat hilang selama lebih dari satu abad.

Belanda sendiri telah membentuk Komite Koleksi Kolonial (Colonial Collections Committee) yang secara khusus menangani permintaan pengembalian benda-benda budaya yang diambil secara tidak sukarela di masa lalu.

Nasib Artefak Setelah Tiba di Indonesia

Setibanya di Tanah Air, Arca Shiva dan Prasasti Damalung akan langsung diserahkan kepada Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Pemerintah berjanji akan memastikan akses publik yang luas terhadap benda bersejarah ini untuk keperluan edukasi dan penelitian.

Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus berjuang memulangkan warisan budaya lain yang masih tersebar di luar negeri, sambil tetap membuka ruang kolaborasi riset internasional.

(Berbagai Sumber/Kementerian Kebudayaan RI)



Posting Komentar untuk "Arca Shiva dan Prasasti Damalung Resmi Kembali ke Pangkuan Indonesia Setelah Berabad-abad Tersimpan di Belanda"