Kisah Inspiratif! Rayyan, Siswa MAN IC Pekalongan Diterima di 13 Kampus Top Dunia tanpa Juara Lomba

Ahmad Ali Rayyan Shahab siswa MAN IC Pekalongan, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Pribadi Ahmad Ali Rayyan Shahab)

Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID – Siapa bilang untuk kuliah di luar negeri harus juara lomba? Ahmad Ali Rayyan Shahab, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Pekalongan, membuktikan sebaliknya. Dengan bekal hobi menulis dan konsistensi, ia berhasil diterima di 13 universitas bergengsi dunia dari 6 negara.

Minat Rayyan untuk kuliah di luar negeri muncul saat ia duduk di semester 2 kelas 10, didorong oleh atmosfer akademik yang kompetitif di sekolahnya. Langkah awalnya adalah mengikuti program pertukaran pelajar AFS Intercultural Programs ke Finlandia selama 9 bulan di kelas 11. Pengalaman itu menjadi titik balik yang menguatkan tekadnya.

Modal Utama: Portofolio Bukan Lomba

Uniknya, selama SMA Rayyan mengaku tidak pernah memenangkan lomba. Ia justru fokus membangun portofolio melalui hal-hal yang ia sukai, seperti menulis artikel tentang biologi dan lingkungan yang dimuat di greenfaith.com. Ia juga membuat community project mengolah sampah makanan di sekolah.

"Saya nggak pernah ikut lomba dan memenangkan lomba. Tapi portofolio saya muncul dari kreativitas saya di bidang tersebut," ungkap Rayyan.

Rayyan juga sempat menjadi pembicara dalam bahasa Inggris di Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025, mempresentasikan ide-idenya tentang ekoteologi dan keberlanjutan lingkungan.

13 Kampus Top yang Menerima Rayyan

Rayyan yang lahir pada 28 Mei 2008 diterima di sederet universitas ternama dunia:

- Amerika Serikat: University of California San Diego & Davis
- Kanada: University of British Columbia, University of Toronto, University of Waterloo, McGill University
- Belanda: Wageningen University & Research
- Inggris: University of Manchester
- Australia: Monash University, University of Queensland, Adelaide University, University of Western Australia
- Selandia Baru: University of Auckland. 

Dari sekian banyak pilihan, Rayyan memutuskan untuk mengambil jurusan teknik di University of British Columbia, Kanada, dengan konsentrasi teknik lingkungan. Saat ini ia sedang mengajukan beasiswa Garuda dari Kemendiktisaintek dan LPDP.

Tips dari Rayyan untuk Tembus Kampus Luar Negeri

Rayyan membagikan lima tips untuk siswa yang ingin mengikuti jejaknya:

1. Punya mimpi dan wujudkan: dengan belajar, berkegiatan, dan berdoa
2. Kuasai bahasa Inggris: minimal skor IELTS 6.5
3. Konsisten pada passion: keilmuan tertentu, wujudkan dalam aksi nyata
4. Kemampuan menulis: untuk menuangkan pengalaman dan ide
5. Berpasrah diri: kepada Tuhan setelah berusaha maksimal. 

"Kampus-kampus top di luar negeri tidak hanya menilai prestasi akademik dan kemampuan bahasa Inggris, tapi apa yang telah dilakukan, apa yang telah diberikan, bagaimana menuangkan ide besar, dan bagaimana bisa bekerja sama dengan tim," pungkas Rayyan.

Kisah Rayyan menjadi bukti bahwa dengan mimpi, konsistensi, dan kerja keras, siswa dari madrasah sekalipun bisa bersaing di kancah global.

(Berbagai Sumber)

Posting Komentar untuk "Kisah Inspiratif! Rayyan, Siswa MAN IC Pekalongan Diterima di 13 Kampus Top Dunia tanpa Juara Lomba"