Bacaan Dzikir dan Wirid: Ini Perbedaan, Waktu Membaca, serta Manfaatnya bagi Umat Muslim

Dzikir menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk mengingat Allah SWT. (Foto: Freepik)
Editor: A Rayyan K

GEBRAK.ID – Dzikir menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk mengingat Allah SWT. Namun, masih banyak umat Muslim yang belum memahami perbedaan antara dzikir harian, wirid setelah shalat, dan dzikir pagi. 

Padahal, masing-masing memiliki waktu dan susunan bacaan yang berbeda. Secara sederhana, dzikir adalah ucapan atau bacaan yang berisi pujian, pengagungan, dan permohonan kepada Allah. Sementara wirid biasanya merujuk pada rangkaian dzikir yang dibaca secara khusus setelah shalat fardhu.

Dzikir Setelah Shalat Fardhu (Wirid)

Setelah menunaikan shalat wajib, umat Islam dianjurkan membaca wirid. Bacaan ini memiliki susunan tertentu yang sudah diajarkan dalam berbagai riwayat hadis.

Urutannya umumnya sebagai berikut:

* Istighfar (3 kali): Astaghfirullahal ‘adzim… (memohon ampun kepada Allah)
* Tauhid (1–3 kali): Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
* Doa keselamatan: Allahumma antas salaam wa minkas salaam, wa ilaika ya‘uudus salaam, fahayyinaa rabbanaa bis salaam, wa adkhilnal jannata daaras salaam, tabaarakta rabbanaa wa ta‘aalaita yaa dzal jalaali wal ikraam.
* Tasbih, Tahmid, Takbir:

  - Subhanallah (33 kali)
  - Alhamdulillah (33 kali)
  - Allahu Akbar (33 kali)

Wirid ini dibaca setelah shalat lima waktu dan bertujuan menyempurnakan ibadah sekaligus menenangkan hati.

Dzikir Harian: Bisa Dibaca Kapan Saja

Berbeda dengan wirid yang waktunya khusus, dzikir harian bisa diamalkan kapan pun. Bacaan yang umum di antaranya:

* Istighfar: Astaghfirullah al-‘adzim
* Tasbih: Subhanallah
* Tahmid: Alhamdulillah
* Takbir: Allahu Akbar
* Tahlil: Laa ilaha illallah
* Hauqolah: Laa hawla wa laa quwwata illa billah
* Shalawat: Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad.

Dzikir ini dianjurkan untuk menjaga ketenangan hati dan menjadi pengingat di tengah aktivitas sehari-hari.

Dzikir Pagi: Dibaca di Awal Hari

Ada pula dzikir yang dianjurkan khusus pada waktu pagi, biasanya setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari terbit.

Contohnya:

* Subhaanallaahi wa bihamdih (100 kali)
* Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah, walhamdulillaah. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Rabbi as’aluka khaira maa fii haadzaa al-yaum wa khaira maa ba’dah, wa a’uudzu bika min syarri maa fii haadzaa al-yaum wa syarri maa ba’dah. Rabbi a’uudzu bika minal kasali wa suu-il kibari. Rabbi a’uudzu bika min ‘adzaabin fin-naar wa ‘adzaabin fil-qabr. 

Dzikir pagi diyakini menjadi bentuk perlindungan diri serta pembuka hari dengan penuh keberkahan.

Apa Perbedaannya?

Agar mudah dipahami:

* Wirid → Dzikir khusus setelah shalat wajib dengan susunan tertentu.
* Dzikir harian → Bacaan singkat yang bisa diamalkan kapan saja.
* Dzikir pagi → Bacaan khusus yang dianjurkan di waktu pagi.

Semua bentuk dzikir tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT, menenangkan hati, dan memohon perlindungan.

Para ulama juga mengingatkan agar dzikir dibaca dengan tenang, khusyuk, serta memahami maknanya. Bukan sekadar menghitung jumlah bacaan, tetapi menghadirkan hati dalam setiap lafaz yang diucapkan.

Dengan memahami perbedaannya, umat Muslim dapat mengamalkan dzikir secara lebih teratur dan sesuai tuntunan.

(Berbagai Sumber)


Posting Komentar untuk "Bacaan Dzikir dan Wirid: Ini Perbedaan, Waktu Membaca, serta Manfaatnya bagi Umat Muslim"