GEBRAK.ID; INDRAMAYU – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan kembali menunjukkan dampak nyata. Di SLBN Pahlawan Indramayu, perubahan tak hanya terlihat dari bangunan yang berdiri kokoh, tetapi juga dari semangat belajar para murid yang kini tumbuh kembali.
Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, itu sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan. Sebagian bangunan yang berdiri sejak 1989 mengalami kerusakan berat, bahkan sempat terjadi insiden bagian gedung roboh.
Yulius, guru sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) 2025, mengenang kondisi tersebut.
“Mulai dari tembok yang keropos, bau ruangan tidak nyaman, hingga debu bertebaran karena beton sudah lapuk. Itu sangat mengganggu proses belajar,” ujar Yulius, Selasa (22/4/2026).
Beruntung, insiden robohnya bagian bangunan terjadi saat jam istirahat sehingga tidak menimbulkan korban.
Rehabilitasi 12 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung
Melalui program revitalisasi, sebanyak 12 ruang kelas direhabilitasi total, ditambah satu unit toilet baru. Pemerintah juga melengkapi ruang belajar dengan meja dan kursi murid, meja guru, serta lemari penyimpanan di setiap kelas.
Tak sekadar memperbaiki, desain bangunan kini disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Atap ditinggikan untuk mengurangi panas, struktur diperkuat, serta aksesibilitas ditingkatkan agar ramah kursi roda. Area belakang sekolah juga ditinggikan guna mengantisipasi banjir yang sebelumnya kerap mengganggu kegiatan belajar.
“Sekarang sekolah ini sudah sangat berubah. Lebih nyaman, lebih aman, dan lebih sesuai untuk anak-anak,” kata Yulius.
Libatkan 28 Tenaga Kerja Lokal
Kepala sekolah, Wawan Darsa, menjelaskan proses revitalisasi berlangsung sekitar 10 minggu sejak pertengahan Agustus 2025. Pengerjaan melibatkan 28 tukang, mayoritas tenaga kerja lokal, meski beberapa didatangkan dari Cirebon untuk memenuhi kebutuhan teknis.
“Untuk tenaga kerja, kami menggunakan pekerja lokal sebagai prioritas. Ini juga bagian dari pemberdayaan masyarakat sekitar,” kata Wawan.
Menurut Wawan, pendekatan ini sejalan dengan semangat revitalisasi yang tak hanya membangun fisik sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.
Kehadiran Murid Meningkat Drastis
Dampak paling terasa terlihat pada tingkat kehadiran siswa. Jika sebelumnya pihak sekolah harus rutin melakukan kunjungan rumah karena rendahnya partisipasi belajar, kini hampir seluruh murid hadir secara aktif.
“Sekarang hampir semua murid hadir ke sekolah. Hanya yang jaraknya jauh saja yang sesekali kami kunjungi,” ujar Wawan.
Perubahan sikap juga tampak jelas. Dinding yang dulu penuh coretan kini terjaga kebersihannya. Murid mulai menunjukkan rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah.
Dirjen Tatang: Tujuan Besarnya Bangkitkan Semangat Belajar
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik. “Ketika anak merasa nyaman, mereka akan lebih termotivasi untuk hadir dan belajar,” ujarnya.
Dirjen Tatang menambahkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri kokoh, tetapi juga dari meningkatnya partisipasi, interaksi belajar yang positif, serta tumbuhnya rasa memiliki terhadap sekolah.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan pendidikan yang layak, inklusif, dan bermutu bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Transformasi di SLBN Pahlawan Indramayu menjadi bukti bahwa ketika lingkungan belajar dibenahi secara serius, yang tumbuh bukan hanya tembok baru—tetapi juga harapan dan semangat baru bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Revitalisasi Satuan Pendidikan, SLBN Pahlawan Indramayu, Sekolah luar biasa Indramayu, Dirjen Tatang Muttaqin, Rehabilitasi ruang kelas SLB.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Dulu Nyaris Roboh, Kini Berubah Total: Revitalisasi Hidupkan Kembali Semangat Belajar di SLBN Pahlawan Indramayu"