GEBRAK.ID; BANDA ACEH – Upaya memperkuat literasi dan kebahasaan nasional terus digencarkan pemerintah. Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), kolaborasi lintas sektor digalakkan untuk membangun ekosistem bahasa dan literasi yang lebih kuat, khususnya di daerah.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa perguruan tinggi memegang peran strategis sebagai pusat pengetahuan dan inovasi. Karena itu, sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dan komunitas literasi perlu terus diperluas.
“Ini adalah bentuk partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Kolaborasi harus diperkuat agar program kebahasaan memberi dampak luas,” ujar Hafidz dalam kegiatan strategis di Banda Aceh, Senin (27/4/2026).
Empat Fokus Utama Penguatan Bahasa
Dalam agenda tersebut, Badan Bahasa menyoroti empat fokus utama yang menjadi prioritas bersama, yakni peningkatan literasi masyarakat, penguatan kedaulatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta internasionalisasi bahasa Indonesia.
Hafidz mengakui, penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas masih perlu ditingkatkan. Hal ini menjadi perhatian serius agar bahasa negara digunakan secara baik dan benar.
Di sisi lain, pelestarian bahasa daerah juga menjadi agenda penting. Menurutnya, generasi muda harus dilibatkan aktif agar bahasa daerah tidak tergerus dan terancam punah.
“Vitalitas bahasa daerah harus diperkuat agar tetap hidup di tengah masyarakat, khususnya di kalangan anak muda,” katanya.
Kerja Sama Strategis dengan Perguruan Tinggi
Sebagai langkah konkret, Badan Bahasa menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah perguruan tinggi, yakni IAIN Takengon, UIN Ar-Raniry, dan Universitas Syiah Kuala.
Kerja sama ini mencakup penguatan tridarma perguruan tinggi, riset kebahasaan dan kesastraan, pengembangan bahan ajar, hingga pelibatan dosen dan mahasiswa dalam program literasi nasional.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. “Kami akan terus berdiskusi dan meningkatkan kinerja bersama semua pihak demi kemajuan literasi di Aceh,” ujarnya.
Dorong Rekor UKBI dan Pelestarian Bahasa Aceh
Badan Bahasa juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Banda Aceh dalam melestarikan bahasa Aceh di tingkat sekolah dasar dan menengah. Upaya ini dinilai penting sebagai bagian dari pelindungan budaya lokal.
Tak hanya itu, Hafidz juga menantang Banda Aceh untuk menggelar Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) secara masif. Ia optimistis kota ini mampu mencetak rekor nasional melalui pelaksanaan UKBI dengan jumlah peserta terbanyak.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. “Kota Banda Aceh siap bersinergi untuk memperkuat bahasa Indonesia sekaligus melestarikan bahasa daerah,” tegasnya.
Bangun Ekosistem Literasi Berkelanjutan
Badan Bahasa menekankan bahwa penguatan literasi dan bahasa tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja bersama antara pemerintah, sekolah, kampus, dan masyarakat.
Kolaborasi yang terbangun di Aceh diharapkan menjadi model nasional dalam membangun generasi yang literat, berkarakter, dan bangga terhadap identitas bahasa dan budayanya.
(Humas Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Gandeng Kampus dan Pemda, Badan Bahasa Perkuat Literasi dan Kedaulatan Bahasa di Aceh"