GNTI Tinjau Kebun Jagung 1.500 Hektare di Lampung, Panen Raya Mei 2026 Siap Digelar

Tim program kemitraan Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) melaksanakan kegiatan monitoring kebun jagung seluas 1.500 hektare di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Sabtu (4/4/2026). (Foto: GNTI)
Editor: Samsul M


GEBRAK.ID; PESAWARAN – Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) mempercepat persiapan Panen Raya jagung seluas 1.500 hektare di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Kesiapan tersebut ditandai dengan kegiatan monitoring lapangan yang dilakukan langsung jajaran pengurus pusat GNTI di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng.

Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026 itu dipimpin Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Nasional Tani Indonesia (GNTI), Sutrisno. Tim meninjau perkembangan tanaman jagung yang kini memasuki fase menjelang panen.

“Hasil pemantauan menunjukkan tanaman tumbuh optimal. Monitoring ini penting untuk memastikan seluruh proses budidaya berjalan sesuai rencana,” ujar Sutrisno dalam keterangan resminya.

Evaluasi Menyeluruh Jelang Panen Raya

Monitoring dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh program kemitraan pertanian jagung yang telah berjalan di lahan seluas 1.500 hektare tersebut. Selain meninjau kondisi tanaman, tim juga berdialog langsung dengan petani.

Dalam diskusi tersebut, dibahas praktik budidaya, pemanfaatan sarana produksi, hingga strategi peningkatan produktivitas. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus memperkuat pola kemitraan yang berkelanjutan.

Sutrisno menyatakan, pengembangan jagung di Pesawaran merupakan kontribusi nyata GNTI dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Panen Raya nanti bukan sekadar seremoni. Ini momentum untuk menunjukkan hasil kolaborasi antara petani dan mitra. Kita ingin model kemitraan ini menjadi contoh penguatan ekosistem pertanian,” tegas Sutrisno.

Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah

Kabupaten Pesawaran dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Lampung. Program kemitraan jagung ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat pasokan komoditas strategis nasional.

Panen Raya yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 mendatang diharapkan menjadi ajang apresiasi bagi petani serta mendorong pengembangan komoditas jagung secara lebih luas.

Melalui sinergi antara petani, GNTI, dan para pemangku kepentingan, program ini ditargetkan memberi dampak ekonomi berkelanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

(Sumber: Siaran Pers GNTI, 4 April 2026)

Posting Komentar untuk "GNTI Tinjau Kebun Jagung 1.500 Hektare di Lampung, Panen Raya Mei 2026 Siap Digelar"