GEBRAK.ID; PATI – Transformasi digital pendidikan tak lagi sekadar wacana. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebanyak 1.108 satuan pendidikan kini telah tersentuh program digitalisasi melalui bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Perangkat ini disebut-sebut membawa perubahan nyata di ruang kelas: pembelajaran lebih hidup, kolaboratif, dan membuat siswa jauh lebih aktif.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala SMP Negeri 8 Pati, Rusmi, mengungkapkan penggunaan IFP mendorong guru untuk beradaptasi dengan teknologi sekaligus memperkuat kerja sama antarpengajar.
“Guru-guru belajar bersama memanfaatkan IFP dan menggunakannya secara bergantian. Walaupun perangkatnya masih terbatas, dampaknya terasa pada peningkatan keaktifan dan pemahaman siswa,” ujar Rusmi, Minggu (12/4/2026).
Guru TIK SMPN 8 Pati, Mukhibatul Baroroh, menjelaskan IFP memungkinkan pembelajaran jauh lebih interaktif berkat fitur multi-touch, layar sentuh, mirroring, akses internet, hingga integrasi multimedia.
“Dengan video, animasi, dan akses materi daring, siswa lebih antusias. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga berinteraksi langsung dengan materi,” jelas Baroroh.
Menurut Baroroh, pemanfaatan IFP juga memperkuat kompetensi digital guru. Sekolah bahkan menggelar lokakarya kecerdasan artifisial (AI) serta pelatihan penggunaan perangkat digital. Komunitas belajar internal dibentuk untuk saling berbagi praktik terbaik.
Meski demikian, tantangan masih ada. Koneksi internet yang belum stabil dan kebutuhan perawatan perangkat menjadi perhatian. “Konektivitas harus ditingkatkan agar pemanfaatan IFP maksimal. Dukungan pelatihan dan penambahan unit juga penting,” kata Baroroh.
Dari sisi siswa, perubahan terasa signifikan. Amira Oktaviana, siswi kelas IX, mengaku materi lebih mudah dipahami dibandingkan papan tulis konvensional. “Kalau presentasi, gambar dan video tampil jelas. Jadi lebih percaya diri menjelaskan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Keyla Patricia Agatha. Ia menyebut suasana kelas kini lebih menarik dan tidak membosankan. “Kalau ada video atau animasi, kita bisa langsung lihat contoh nyata. Jadi lebih cepat paham,” katanya.
Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menilai digitalisasi sekolah menjadi langkah strategis meningkatkan mutu pembelajaran.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah memperluas program ini secara nasional.
“Setiap sekolah ditargetkan mendapat dua hingga tiga perangkat digital setiap tahun. Dalam lima tahun, seluruh ruang kelas diharapkan terfasilitasi teknologi pembelajaran,” tegas Mendikdasmen Mu'ti.
Sejalan dengan arah kebijakan Merdeka Belajar dan penguatan literasi digital yang juga digaungkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, pemanfaatan IFP dinilai sebagai pijakan penting menuju ekosistem pendidikan berbasis teknologi yang adaptif dan inklusif.
Transformasi sudah dimulai. Kini, tantangannya adalah memastikan kualitas jaringan, pelatihan guru, dan pemerataan perangkat agar digitalisasi benar-benar merata di seluruh Indonesia.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "IFP Bikin Kelas “Naik Level”! 1.108 Sekolah di Pati Sudah Rasakan Dampaknya, Siswa Makin Aktif dan Melek Digital"