Iran Tolak Hadiri Perundingan Kedua dengan AS di Pakistan, Tuding Tuntutan Washington tak Realistis

Gencatan senjata AS-Iran. (Foto ilustrasi: Freepik) 
 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID;ISLAMABAD — Pemerintah Iran memastikan tidak akan menghadiri putaran kedua perundingan dengan Amerika Serikat (AS) yang rencananya digelar di Islamabad, Pakistan. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara serta kebuntuan diplomasi pasca perundingan sebelumnya.

Berdasarkan laporan media internasional dan kantor berita resmi Iran, keputusan tersebut disampaikan pada Minggu (19/4/2026) waktu setempat. Otoritas Teheran menilai syarat yang diajukan Washington dalam negosiasi dinilai “tidak realistis” dan terus berubah-ubah. 

Iran menolak berpartisipasi dalam perundingan lanjutan dengan AS yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan sebagai bagian dari upaya memperpanjang gencatan senjata dan mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Perundingan ini melibatkan pemerintah Iran dan Amerika Serikat, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator. Delegasi AS tetap direncanakan berangkat ke Islamabad, meski tanpa kepastian kehadiran Iran. 

Putaran kedua pembicaraan dijadwalkan berlangsung pada awal pekan ini di Islamabad, Pakistan, menyusul perundingan pertama yang digelar pada 11–12 April 2026 namun berakhir tanpa kesepakatan.

Iran Anggap Tuntutan AS Terlalu Berlebihan

Iran menilai tuntutan AS terlalu berlebihan, termasuk desakan untuk menghentikan program nuklir dan membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz. Selain itu, Teheran juga menuding adanya pelanggaran gencatan senjata oleh AS melalui blokade laut yang masih berlangsung.

Seorang pejabat Iran yang dikutip media pemerintah menyatakan bahwa negaranya tidak memiliki rencana mengirim delegasi selama kondisi tersebut belum berubah.

“Kami belum mengambil keputusan untuk mengirim delegasi negosiasi,” demikian laporan kantor berita Tasnim, seperti dikutip Reuters. 

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan. Ia menyebut tuntutan AS sebagai ancaman terhadap kedaulatan Iran dan menegaskan bahwa program nuklir negaranya bertujuan damai. 

Meski Iran menolak hadir, pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump tetap melanjutkan rencana pengiriman utusan ke Pakistan. Trump bahkan memperingatkan akan mengambil langkah militer jika negosiasi gagal mencapai hasil. 

Di sisi lain, Pakistan terus berupaya memfasilitasi dialog sebagai mediator. Namun, kondisi keamanan dan ketegangan regional yang meningkat membuat peluang keberhasilan perundingan semakin kecil.

Latar Belakang

Perundingan di Islamabad merupakan bagian dari upaya diplomatik untuk memperpanjang gencatan senjata dua pekan yang dimulai pada 8 April 2026. Namun, pertemuan pertama gagal menghasilkan kesepakatan setelah lebih dari 20 jam negosiasi. 

Ketegangan antara kedua negara semakin memanas akibat isu program nuklir Iran, blokade laut oleh AS, serta konflik di kawasan Timur Tengah yang belum mereda.

Dengan sikap Iran yang menolak hadir, masa depan perundingan damai antara Teheran dan Washington kini berada dalam ketidakpastian. Situasi ini berpotensi memperpanjang konflik dan meningkatkan risiko eskalasi di kawasan.

(berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "Iran Tolak Hadiri Perundingan Kedua dengan AS di Pakistan, Tuding Tuntutan Washington tak Realistis"