Editor: Damar Pratama
Ndhank Surahman Hartono, musisi serbabisa yang dikenal sebagai mantan
gitaris dan pencipta lagu band legendaris Stinky, meninggal dunia pada
Sabtu, 18 April 2026. (Foto: Tangkapan layar Instagram)
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Kabar duka menyelimuti industri musik nasional setelah Ndhank Surahman Hartono, musisi serbabisa yang dikenal sebagai mantan gitaris dan pencipta lagu band legendaris Stinky, meninggal dunia pada Sabtu, 18 April 2026. Kabar ini disampaikan oleh AKSI (Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia) melalui unggahan resmi mereka di media sosial, Minggu (19/4/2026).
Kepergian Ndhank menjadi kehilangan besar bagi komunitas musik Indonesia, terutama bagi generasi yang tumbuh bersama era emas musik pop romantis di era 1990-an.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ndhank Surahman Hartono, pencipta lagu dan musisi Indonesia,” tulis pernyataan resmi AKSI dalam unggahan mereka yang juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan.
Jejak Karier Musisi Legendaris di Dunia Musik Indonesia
Ndhank bukan sekadar gitaris biasa. Pria yang terakhir berusia 50 tahun itu tercatat sebagai bagian penting dari formasi awal band Stinky, sebuah grup musik yang sempat menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap musik Indonesia di pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an.
Nama Stinky sendiri lekat dengan Andre Taulany, yang kemudian dikenal luas sebagai komedian, presenter, dan musisi.
Salah satu karya Ndhank yang paling diingat pecinta musik adalah lagu legendaris “Mungkinkah” yang dirilis pada era kejayaan Stinky dan masih terus diputar hingga kini. Lagu ini tercatat ditulis bersama personel lain Irwan Batara pada 1997 dan menjadi salah satu hit yang melekat di hati generasi pendengar musik pop Indonesia.
Selain itu, Ndhank juga dikenal sebagai pencipta “Jangan Tutup Dirimu”, lagu lain yang turut mengangkat nama Stinky di panggung musik nasional. Keduanya menjadi bagian dari soundtrack kenangan banyak pendengar, terutama yang tumbuh besar mendengarkan musik Indonesia era 1990-an.
Peran Ndhank sebagai Pejuang Hak Cipta
Tak hanya sebagai musisi, Ndhank dikenal pula sebagai figur yang gigih dalam memperjuangkan hak pencipta lagu. Ia sempat membuat kabar besar di jagad musik pada awal 2024 ketika melayangkan somasi kepada Andre Taulany dan band Stinky terkait pembawaan lagu ciptaannya, seperti “Mungkinkah” dan “Jangan Tutup Dirimu”.
Aksi itu menunjukkan betapa seriusnya ia memperjuangkan penghargaan terhadap hak moral dan ekonomi sebagai pencipta karya.
Kasus itu sempat memicu perbincangan luas di industri musik, karena hak cipta merupakan isu penting yang kerap menjadi kontroversi di Indonesia. Namun, terlepas dari dinamika itu, dedikasi Ndhank dalam memperjuangkan perlindungan karya seninya tetap menjadi bagian dari warisan profesionalnya.
Reaksi dan Doa Untuk Sang Maestro
Kabar mengenai meninggalnya Ndhank juga mendapat reaksi dari rekan-rekan seniman dan pegiat musik. Meski belum ada detail rinci soal penyebab kematian yang diumumkan publik, unggahan doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak yang menghormati dedikasi sang musisi.
Ungkapan harapan agar karya-karya Ndhank tetap dikenang tak hanya datang dari sesama musisi tetapi juga dari para pencinta musik Indonesia yang merasakan betapa besar pengaruh lagu lagu era Stinky terhadap memori musikal mereka. Karya-karyanya, terutama “Mungkinkah”, telah menjadi bagian dari perjalanan banyak pendengar dalam melewati kenangan cinta, rindu, dan nostalgia.
Kepergian Ndhank Surahman Hartono tentu meninggalkan ruang kosong di dunia musik Indonesia. Musisi, pencipta lagu, dan pejuang hak cipta ini meninggalkan warisan karya yang tak hanya populer, tetapi juga bermakna dalam kehidupan jutaan pendengar. Lagu “Mungkinkah” akan terus menjadi bagian dari sejarah musik Tanah Air — sebuah karya yang abadi di tengah arus waktu.
(Berbagai Sumber)
Posting Komentar untuk " Pencipta Lagu “Mungkinkah” dan Eks Gitaris Stinky, Ndhank Surahman Hartono Tutup Usia"