Respons Cepat Kemendikdasmen Disambut Bupati Majalengka, Revitalisasi SDN Gandawesi II Segera Dimulai

Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menyambut positif langkah cepat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam merespons usulan revitalisasi SDN Gandawesi II, Kecamatan Ligung. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menyambut positif langkah cepat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam merespons usulan revitalisasi SDN Gandawesi II, Kecamatan Ligung. Program ini dinilai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kenyamanan sarana pendidikan di daerah.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyampaikan apresiasi langsung kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan terhadap dunia pendidikan di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa respons cepat tersebut sangat berarti bagi masyarakat.

“Saya atas nama masyarakat Kabupaten Majalengka mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden melalui Bapak Mendikdasmen yang telah merespons secara cepat usulan revitalisasi SDN Gandawesi II. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan tetap menjadi perhatian utama,” ujar Eman, Senin (21/4/2026).

Pemda Apresiasi Upaya Sekolah Jaga Lingkungan Belajar

Selain kepada pemerintah pusat, Bupati Eman juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang tetap berupaya menjaga kenyamanan lingkungan belajar meski dengan keterbatasan anggaran. Menurutnya, langkah sederhana seperti pemeliharaan ringan dan pengecatan menunjukkan komitmen kuat terhadap kualitas pendidikan.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan peserta didik tetap mendapatkan suasana belajar yang layak dan nyaman sambil menunggu proses revitalisasi berjalan.

Imbauan Bijak Hadapi Informasi di Media Sosial

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi SDN Gandawesi II, Bupati Eman juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

Ia menekankan bahwa tidak semua informasi yang tersebar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Gunakanlah media sosial sebagai sarana informasi yang bertanggung jawab dan kontrol sosial, bukan untuk menyebarkan atau mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas,” tegas Bupati Eman.

Kemendikdasmen: Revitalisasi untuk Sekolah Aman dan Bermutu

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat penanganan sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana, terutama yang berkaitan dengan keselamatan siswa.

Gogot menilai revitalisasi SDN Gandawesi II merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi seluruh anak Indonesia.

“Respons cepat terhadap SDN II Gandawesi merupakan bagian dari komitmen kami memastikan setiap anak belajar di lingkungan yang aman dan nyaman. Revitalisasi ini tidak hanya perbaikan fisik, tetapi juga peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh,” kata Gogot.

Ia juga menambahkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penanganan kebutuhan pendidikan di lapangan.

“Kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci agar setiap usulan dapat ditindaklanjuti secara tepat dan berkelanjutan. Tidak boleh ada anak yang tertinggal dari layanan pendidikan yang layak,” ujar Gogot.

Kolaborasi Pemda dan Pusat Percepat Perbaikan Sekolah

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Majalengka telah mengalokasikan anggaran dalam APBD 2026 untuk revitalisasi 22 sekolah, yang terdiri dari 17 SD dan 5 SMP. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah kabupaten.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhammad Umar Ma’ruf, mengatakan bahwa pihaknya telah lebih dulu melakukan pemetaan kebutuhan sekolah, termasuk SDN Gandawesi II, sebelum isu tersebut menjadi perhatian publik.

“Kami sudah melakukan survei dan pengusulan rehabilitasi sejak awal. Namun memang ada tahapan regulasi yang harus ditempuh sehingga prosesnya tidak bisa instan,” jelas Umar.

Umar juga menyebutkan bahwa secara keseluruhan terdapat 323 satuan pendidikan yang telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan perbaikan, terdiri dari 39 PAUD, 221 SD, dan 63 SMP.

Menurut Umar, keterbatasan penggunaan Dana BOS juga menjadi salah satu faktor yang membuat perbaikan besar harus menunggu intervensi anggaran khusus.

“Dana BOS hanya bisa digunakan untuk pemeliharaan ringan, maksimal sekitar 20 persen dari pagu anggaran. Untuk rehabilitasi berat harus melalui program khusus,” tambah Umar.

Komitmen Pemerataan Pendidikan


Langkah kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas infrastruktur sekolah, khususnya di daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih.

Revitalisasi SDN Gandawesi II menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sinergi lintas pemerintahan dapat menjawab kebutuhan mendesak di sektor pendidikan.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Respons Cepat Kemendikdasmen Disambut Bupati Majalengka, Revitalisasi SDN Gandawesi II Segera Dimulai"