Siswa Tuli dari SLB Santi Rama Tembus ITB Lewat SNBP 2026! Dinda Buktikan Mimpi Besar Bisa Jadi Nyata

Zhafira Luthfiadinda atau Dinda, mahasiswa baru ITB jalur SNBP 2026 penyandang disabilitas tuli. (Foto: Dok Pribadi)

Editor: Devona R

GEBRAK.ID – Kabar inspiratif datang dari dunia pendidikan inklusif. Zhafira Luthfiadinda, siswa tuli asal SLB Santi Rama, berhasil menembus Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Dinda, sapaan akrabnya, diterima di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB Kampus Ganesha dan menjadi siswa pertama dari sekolahnya yang meraih prestasi ini.

Perjalanan Penuh Tantangan

Di balik keberhasilannya, Dinda melewati perjuangan yang tidak mudah. Sebagai siswa Tuli, ia harus bekerja ekstra keras memahami materi pelajaran sekaligus berkomunikasi dalam berbagai perlombaan. Padatnya jadwal latihan dan persiapan ujian sempat membuatnya mengalami kelelahan mental hingga burnout.

"Waktu latihan sangat padat, sesekali saya pernah kelelahan, sakit, stres, dan burnout," ungkap Dinda seperti dikutip dari Detik, Jumat (17/4/2026).

Saat pengumuman SNBP, Dinda mengaku terkejut dan bahagia. Ia bahkan tidak menyangka bisa menjadi anak SLB pertama yang tembus ITB melalui jalur prestasi.

Jejak Prestasi Gemilang

Dinda bukanlah sosok yang asing di dunia lomba. Sejak dini, ia telah menorehkan prestasi membanggakan:

- Juara 2 lomba melukis SDLB FLS2N tingkat nasional (2018)
- Juara 2 lomba Desain Grafis AKA-PBDK tingkat nasional (2022)
- Juara 1 lomba desain grafis FLS2N tingkat nasional (2023)
- Juara 1 lomba cipta komik strip FLS2N tingkat nasional (2024)
- Juara 2 lomba desain poster ZENKOKUTAIKAI UNJ (2024)
- Juara 2 lomba melukis SMP LB/SMA LB FLS2N tingkat nasional (2025).

Tak hanya itu, Dinda juga pernah mengikuti pameran lukisan dan program magang di sebuah perusahaan, yang memberinya perspektif baru tentang potensi masyarakat Tuli di dunia profesional.

Dukungan Sekolah dan Keluarga

Keberhasilan Dinda tak lepas dari dukungan penuh SLB Santi Rama. Metode pembelajaran berbasis visual dan komunikasi yang jelas sangat membantu Dinda memahami materi. Para guru juga tidak pernah membatasi potensinya dan selalu memberikan kepercayaan.

"Guru-guru dan lingkungan sekolah Santi Rama selalu memberi dukungan, kepercayaan dan tidak membatasi saya," cetus Dinda.

Pihak sekolah juga aktif membantu proses administratif pendaftaran SNBP, sehingga Dinda bisa fokus mempersiapkan diri.

Harapan untuk Kampus Inklusif

Memasuki perkuliahan di ITB, Dinda berharap tersedia Juru Bahasa Isyarat (JBI) dan sistem captioning untuk mendukung proses belajarnya. Ia juga menyoroti pentingnya perguruan tinggi di Indonesia membuka jalur penerimaan khusus bagi penyandang disabilitas.

"Sistem pendidikan di Indonesia perlu lebih inklusif agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama," kata Dinda.

Setelah lulus S1, Dinda berencana melanjutkan studi S2 di luar negeri untuk mewakili komunitas Tuli Indonesia di kancah profesional. Pesannya untuk teman tuli lainnya: "Jangan meragukan diri untuk bermimpi besar. Bangkitkanlah dirimu dan konsistenlah belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh."

(Sumber: itb.ac.id/detik.com)


Posting Komentar untuk "Siswa Tuli dari SLB Santi Rama Tembus ITB Lewat SNBP 2026! Dinda Buktikan Mimpi Besar Bisa Jadi Nyata"