GEBRAK.ID; TANGSEL – Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI tahun 2026 berlangsung penuh semangat. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan peninjauan langsung ke UPTD SDN Rawabuntu 03, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Senin (20/4/2026). Kedatangannya disambut ceria oleh para siswa kelas VI yang tengah mengikuti ujian.
Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen Fajar didampingi oleh Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Prof. Dr. Toni Toharudin, M.Sc. Mereka menyapa langsung para siswa dan memastikan pelaksanaan ujian berjalan tanpa hambatan berarti.
"Alhamdulillah pelaksanaan hari pertama TKA berjalan lancar tanpa kendala serta tertib di UPTD SDN Rawabuntu 03. Ada sekitar 167 siswa yang ikut, strategi bergelombang jadi solusi keterbatasan fasilitas. TKA ini tidak menjadi penentu kelulusan. Yang menentukan kelulusan adalah masing-masing satuan pendidikan," ujar Wamen Fajar di lokasi.
Jumlah Peserta Nasional Capai 4,49 Juta Siswa
Wamen Fajar memaparkan gambaran pelaksanaan hari pertama secara nasional. Ia menyebutkan bahwa sekitar 1,5 juta siswa mengikuti ujian pada hari pertama ini. Secara total, TKA jenjang SD akan diikuti oleh 4,49 juta siswa dari sekitar 175.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia hingga batas akhir pelaksanaan pada 30 April 2026.
"Teman-teman media, pagi ini saya didampingi jajaran kementerian dan dinas pendidikan meninjau langsung pelaksanaan hari pertama TKA jenjang SD. Hari ini saja diikuti sekitar 1,5 juta siswa, dan secara total sampai 30 April akan diikuti sekitar 4,49 juta siswa dari 175.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," ujar Wamen Fajar.
Wamen Fajar menambahkan bahwa pelaksanaan TKA pada jenjang sebelumnya, yakni SMP, berjalan relatif lancar tanpa kendala besar.
"Alhamdulillah, evaluasi TKA SMP dari 6 sampai 16 April berjalan lancar di banyak tempat. Tidak ada kendala besar seperti koneksi internet maupun kebocoran soal di media sosial," kata Wamen Fajar.
Bukan Penentu Kelulusan, TKA untuk Pemetaan Kemampuan
Kepala UPTD SDN Rawabuntu 03, Amir Mahmud, mengungkapkan rasa syukurnya karena pelaksanaan hari pertama berjalan lancar dan ditinjau langsung oleh Wamendikdasmen. Ia menekankan kembali fungsi utama dari TKA.
"Alhamdulillah sekolah kami di hari pertama TKA berjalan lancar, tertib tanpa kendala teknis. Terlihat tadi pas Pak Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah meninjau ke sekolah kami, siswa-siswi ini tetap tenang, jujur, dan gembira sampai akhir. **TKA ini bukan penentu kelulusan** melainkan untuk pemetaan kemampuan," ujar Amir.
Hal senada juga ditegaskan oleh Wamen Fajar yang menyampaikan bahwa siswa tidak perlu merasa tertekan karena hasil TKA tidak menentukan kelulusan. Hasil tes ini hanya akan menjadi instrumen pendukung dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya melalui jalur prestasi.
"Ini penting, saya sampaikan juga kepada mereka bahwa hasil TKA tidak menentukan kelulusan, jadi tidak perlu panik," tegas Wamen Fajar.
Soal Bergaya PISA: Logika dan Analisis, Bukan Hafalan
Wamen Fajar menjelaskan bahwa model soal TKA tahun ini dirancang mengacu pada standar internasional Programme for International Student Assessment (PISA). Soal-soal menekankan pada kemampuan berpikir analitis dan logika, bukan sekadar hafalan deskriptif.
"Kita ingin anak-anak mempunyai kemampuan berpikir yang lebih analitis, bukan sekadar deskriptif. Makanya soalnya bersifat naratif untuk menguji logika," kata Wamen Fajar.
Salah satu siswa SDN Rawabuntu 03, Kenzie Yudistira dari kelas 6C, memberikan kesannya setelah mengerjakan soal TKA Matematika. Menurutnya, tidak semua soal mudah. "Soal yang susah yang pecahan," beber Kenzie polos di lokasi.
Tantangan Keterbatasan Fasilitas, Strategi Bergelombang Jadi Solusi
Di SDN Rawabuntu 03, sebanyak 167 siswa harus berbagi penggunaan 20 unit Chromebook. Untuk mengatasi keterbatasan ini, sekolah menerapkan strategi pelaksanaan secara bergiliran (bergelombang) dengan membagi ujian menjadi tiga sesi per hari.
Meski demikian, Wamen Fajar mengapresiasi kreativitas sekolah dalam mengatasi kendala. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah meninjau pelaksanaan TKA di sejumlah daerah sebelumnya, seperti Mataram dan Wonogiri, dengan hasil yang positif.
"Dan hari ini kita lihat langsung di SDN Rawabuntu 03, Alhamdulillah berjalan lancar. Anak-anak juga terlihat sudah siap karena sebelumnya telah mengikuti simulasi," jelas Wamen Fajar.
35.000 Siswa Belum Bisa Ikut TKA, Ini Penyebabnya
Kepala BSKAP, Toni Toharudin, mengungkapkan bahwa sekitar 35.000 siswa belum dapat mengikuti TKA. Kondisi tersebut disebabkan sejumlah faktor, mulai dari sekolah yang belum memiliki kelas 6 hingga keterbatasan sarana dan prasarana yang menghalangi pelaksanaan ujian berbasis komputer.
Pesan Wamendikdasmen untuk Adik-adik Kelas
Di akhir kunjungannya, Wamen Fajar menyempatkan diri berdialog langsung dengan para siswa. Ia bertanya tentang kesiapan dan kondisi mereka sebelum ujian.
"Tadi saya sempat bertanya kepada anak-anak, apakah sudah siap dan apakah tadi malam bisa tidur nyenyak. Alhamdulillah mereka terlihat ceria, tidak panik. Saya pesan agar menghadapi TKA ini dengan gembira, jujur, dan memanfaatkan waktu dengan baik," ucap Wamen Fajar.
Dengan semangat yang terpancar dari wajah-wajah ceria para siswa, pelaksanaan TKA SD 2026 diharapkan dapat berjalan lancar hingga akhir, serta memberikan gambaran akurat tentang kemampuan akademik anak-anak Indonesia.
(Siaran Pers)

Posting Komentar untuk "Tinjau Langsung TKA SD di Tangsel, Wamendikdasmen Fajar: Total 1,5 Juta Siswa Ikuti Hari Pertama, Tenang dan Gembira!"