10 PTN Ini Buka Jalur Afirmasi Disabilitas 2026, Kuliah tanpa Tes?

Mengenyam pendidikan tinggi bukan lagi mimpi bagi para penyandang disabilitas karena kini sudah banyak PTN yang membuka jalur afirmasi bagi disabilitas. (Foto: istimewa) 
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA--Bagi penyandang disabilitas di Indonesia, menembus tembok tinggi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kini bukan lagi mimpi. Tahun 2026 menjadi tahun istimewa karena banyak kampus terbaik di Indonesia secara resmi membuka Jalur Afirmasi Disabilitas.

Jalur ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan wujud nyata pendidikan inklusif di Indonesia. Mulai dari pembebasan biaya pendaftaran hingga keringanan tes, berikut 10 PTN yang membuka pintu selebar-lebarnya untuk calon mahasiswa disabilitas.

1. Universitas Hasanuddin (Unhas) – Makassar

Jadwal Pendaftaran: 11 Mei – 19 Juni 2026

Unhas menjadi salah satu kampus dengan perhatian khusus pada pendidikan inklusif. Melalui Jalur Afirmasi Disabilitas, pendaftar dibebaskan dari biaya pendaftaran. Proses seleksinya tidak main-main, melibatkan asesmen ketat oleh Pusat Disabilitas Unhas untuk memastikan kesesuaian dengan prodi yang dipilih .

· Syarat Disabilitas: Wajib mengikuti asesmen dan verifikasi oleh tim khusus.

· Jurusan: Tersedia berbagai prodi, namun akan disesuaikan dengan hasil asesmen kemampuan.

2. Universitas Brawijaya (UB) – Malang

Jadwal Pendaftaran: 7 – 28 Mei 2026

Universitas Brawijaya (UB) membuka Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD) untuk jenjang D3, D4, dan S1. Uniknya, UB tidak membatasi kuota untuk jalur ini. "Sebanyak mungkin kita merekrut," tegas pihak universitas. Proses seleksi meliputi college readiness, literasi digital, dan wawancara dengan prodi .

· Syarat Disabilitas: Verifikasi kondisi disabilitas dan wawancara.

· Jurusan: Sangat beragam. Contoh: S1 Teknik Informatika terbuka untuk disabilitas pendengaran/daksa, sedangkan S1 Hukum dan Agribisnis terbuka untuk semua ragam disabilitas .

3. Universitas Jambi (UNJA)

Status: Sudah Berjalan (Terbukti Inklusif)

UNJA menjadi pionir dengan Surat Keputusan (SK) Rektor yang secara khusus mengatur penerimaan mahasiswa disabilitas. Pada 2025 lalu, UNJA bahkan menyediakan ruang ujian khusus dan pendampingan bagi peserta dengan autisme 

· Syarat Disabilitas: Menyertakan surat keterangan dari profesional (dokter/spesialis) dan SLB asal.

· Jurusan: Administrasi Pendidikan dan prodi lain yang sesuai dengan minat serta arahan dari hasil asesmen.

4. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Jadwal Pendaftaran: Mulai 15 Mei 2026

Sebagai salah satu PTN favorit di Surabaya, Unesa secara resmi menjadwalkan pembukaan Jalur Disabilitas pada pertengahan Mei 2026. Ini adalah kabar baik bagi penyandang disabilitas di wilayah Jawa Timur yang ingin mengenyam pendidikan keguruan atau non-keguruan di Unesa .

· Syarat Disabilitas: Silakan merujuk pada laman admisi resmi Unesa yang akan dirilis (umumnya meliputi surat keterangan medis).

· Jurusan: Tersedia lintas fakultas, dengan rekomendasi dari tim asesmen.

5. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Status: Kebijakan Permanen

UNY memiliki kebijakan abadi melalui Rektor Regulation No. 9 of 2023. Kampus ini menyediakan akomodasi yang sangat lengkap saat ujian, seperti soal Braille, soft copy, perpanjangan waktu 30-40% untuk tunanetra/tuli, serta penerjemah bahasa isyarat .

· Syarat Disabilitas: Kartu disabilitas atau surat keterangan dokter spesialis.

· Jurusan: Semua prodi yang tersedia di UNY, dengan pendampingan dari Disability Center UNY.

6. Universitas Airlangga (Unair) – Surabaya

Status: Tersedia di Jalur Mandiri

Sesuai jadwal seleksi mandiri PTN di Surabaya, Unair turut membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. Calon mahasiswa perlu mengecek jadwal resmi di laman admission.unair.ac.id .

· Syarat Disabilitas: Menyertakan surat keterangan resmi disabilitas.

· Jurusan: Hampir semua fakultas (Kedokteran, Hukum, FISIP, dll.) terbuka dengan penyesuaian kebutuhan khusus.

7. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – Surabaya

Status: Tersedia di Jalur Mandiri

Bagi penyandang disabilitas yang memiliki minat di bidang teknologi dan rekayasa, ITS adalah pilihan tepat. Kampus ini dikenal memiliki fasilitas yang cukup ramah dan membuka afirmasi di jalur mandiri .

· Syarat Disabilitas: Melampirkan bukti fisik disabilitas dari dokter pemerintah.

· Jurusan: Desain, Teknik Sistem Perkapalan, Teknik Elektro, dan prodi vokasi.

8. Universitas Gadjah Mada (UGM)

Status: Layanan UTBK & Penerimaan Inklusif

Meskipun afirmasi utama sering melalui SNBP/SNBT, UGM dikenal sangat serius dalam memberikan layanan UTBK ramah disabilitas dan menyediakan fasilitas khusus saat ujian masuk. Pastikan untuk memilih opsi "Disabilitas" saat pendaftaran SNPMB .

· Syarat Disabilitas: Menginformasikan kebutuhan akomodasi saat daftar UTBK.

· Jurusan: Seluruh prodi yang tersedia di UGM (melalui jalur nasional).

9. Universitas Diponegoro (Undip) – Semarang

Status: Tersedia di Seleksi Mandiri

Undip secara konsisten menyediakan jalur afirmasi bagi penyandang disabilitas dalam Penerimaan Mahasiswa Baru jalur Mandiri. Calon mahasiswa perlu mengunduh pedoman khusus dari laman penerimaan.undip.ac.id.

· Syarat Disabilitas: Surat keterangan dari psikolog/ dokter jiwa (tergantung kebutuhan) dan wawancara.

· Jurusan: Humaniora, Hukum, dan Sains.

10. Universitas Sebelas Maret (UNS) – Solo

Status: Tersedia di Seleksi Mandiri

UNS menjadi destinasi favorit di Solo yang membuka afirmasi disabilitas di berbagai fakultasnya. Proses seleksi biasanya lebih mengedepankan portofolio atau wawancara dibandingkan ujian tulis berat.

· Syarat Disabilitas: Memiliki KIP-K atau surat keterangan tidak mampu serta surat disabilitas.

· Jurusan: Semua prodi di UNS, dengan layanan pendampingan di Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) UNS.

Tips Penting untuk Pendaftar

Sebelum mendaftar, pastikan Anda memiliki Kartu Disabilitas atau Surat Keterangan dari Dokter Spesialis. Khusus untuk pelajar dengan kondisi autis atau kebutuhan khusus lainnya, segera hubungi Disability Center kampus tujuan agar mereka bisa menyiapkan asesmen dan pendampingan yang tepat .

Gunakan kesempatan ini untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Pendidikan inklusif bukan hanya tentang memberi kursi, tapi tentang memberikan kesempatan yang setara!

(berbagai sumber)