![]() |
| Ilustrasi generasi roti lapis( Foto: Gebrak.id/ AI) |
Editor: Devona R
GEBRAK.ID;JAKARTA – Kabar terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan struktur kependudukan Indonesia mulai berubah. Setiap 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun) kini harus menanggung sekitar 45 penduduk usia nonproduktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas).
Angka ini naik dibandingkan tahun 2020. Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis BPS pada Selasa (5/5/2026), rasio ketergantungan Indonesia tercatat 45,05. Artinya, beban tanggungan terhadap penduduk usia kerja mulai meningkat lagi.
Tren Kenaikan Setelah Sebelumnya Terus Turun
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengingatkan agar kondisi ini menjadi perhatian serius. Sebab, tren rasio ketergantungan sebelumnya terus menurun:
· 2010: 51,31
· 2015: 49,20
· 2020: 44,33
· 2025: 45,05 (naik)
Meski naik, Indonesia masih menikmati bonus demografi karena rasionya masih di bawah 50. Namun, Amalia menekankan bahwa Indonesia sudah memasuki fase ageing population (populasi menua). Proporsi penduduk lansia (65 tahun ke atas) kini mencapai 11,97 persen, melampaui batas 10 persen yang menandakan penuaan penduduk.
Dominasi Usia Produktif Masih Kuat
Kabar baiknya, penduduk usia produktif masih mendominasi, yakni 68,94 persen dari total penduduk. Jumlah ini meningkat dibanding 2010 yang hanya 66,09 persen.
Sementara proporsi usia muda (0-14 tahun) justru menyusut: dari 28,87 persen (2010) menjadi 23,44 persen (2025). Sebaliknya, kelompok lansia (65+) melonjak dari 5,04 persen menjadi 7,62 persen dalam periode yang sama.
Mengapa Ini Penting?
Rasio ketergantungan yang naik berarti setiap pekerja produktif menanggung lebih banyak orang yang belum atau tidak lagi bekerja. Dampaknya bisa terasa pada:
· Tekanan terhadap layanan kesehatan dan jaminan sosial lansia.
· Kebutuhan belanja negara untuk subsidi dan perlindungan sosial.
· Produktivitas nasional jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja.
Pesan BPS: Pemerintah perlu segera menyesuaikan kebijakan pembangunan, mulai dari peningkatan keterampilan pekerja produktif hingga penyiapan sistem perlindungan sosial bagi lansia. Bonus demografi masih ada, tetapi waktunya tidak lama lagi.
( berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "100 Orang Produktif RI Kini Tanggung 45 Orang Nonproduktif, Generasi Roti Lapis itu Nyata "