72 Sekolah di Kalteng Direvitalisasi, Wamen Fajar: "Ini Hadiah dari Presiden Prabowo untuk Guru dan Murid"

Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk 72 sekolah di Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kalimantan Tengah terasa istimewa. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk 72 sekolah di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" tersebut.

Program yang merupakan instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto ini mencakup 44 SMA, 14 SMK, dan 14 Sekolah Khusus (SKH) atau SLB. Peresmian berlangsung di SKH Negeri 2 Palangka Raya dan diikuti secara daring oleh puluhan sekolah penerima manfaat, Sabtu (2/5/2026).

"Saya titip pesan, bantuan revitalisasi dari Bapak Presiden Prabowo ini semoga bisa menyemangati para guru dan tenaga pendidikan dalam mendidik anak-anak kita," ujar Wamen Fajar dalam sambutannya yang disambut antusias para pendidik.

Wamen Fajar menambahkan, momentum Hardiknas menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. "Ini adalah hari kita bersama. Apa yang para guru kerjakan adalah bagian dari ibadah dan pengabdian bagi masyarakat dan bangsa," ujarnya dengan nada haru.

Bukan Sekadar Gedung Baru

Revitalisasi yang diresmikan bukan hanya soal mengecat ulang dinding atau memperbaiki atap yang bocor. Program ini mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas fundamental pendukung belajar-mengajar, seperti ruang kelas, laboratorium, ruang praktik siswa, perpustakaan, ruang bimbingan konseling, hingga sarana sanitasi yang layak.

Dengan fasilitas yang lebih manusiawi, pemerintah berharap proses pembelajaran dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan terstruktur.

Dampaknya langsung terasa. Kepala SMA Muhammadiyah 2 Palangka Raya, Muhammad Saifullah, mengaku sekolahnya yang mendapatkan revitalisasi pada 2025 lalu kini menjelma menjadi tempat belajar yang lebih optimal.

"Dengan adanya laboratorium komputer, ruang bimbingan konseling, serta fasilitas sanitasi yang memadai, proses pembelajaran menjadi lebih optimal. Siswa juga memiliki ruang yang lebih baik untuk berkonsultasi dan merencanakan masa depan mereka," ungkap Saifullah.

Cerita serupa disampaikan Kepala SMKN 5 Palangka Raya, Noormalina Martina. Ia mengakui, sebelum direvitalisasi, kondisi fisik bangunan sekolahnya sempat menjadi momok. Lantai yang rapuh dan atap yang bocor kerap mengganggu konsentrasi belajar.

"Sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sempat mengganggu pembelajaran. Sekarang pembelajaran berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai jadwal," jelas Noormalina.

Sekolahnya kini memiliki ruang praktik siswa untuk beberapa jurusan, ruang perpustakaan, ruang kelas baru, serta sanitasi lengkap dengan perabotan modern.

Tunjangan Profesi Guru: Bukan Sekadar Gaji

Noormalina juga menyoroti pentingnya Tunjangan Profesi Guru (TPG). Menurutnya, dukungan finansial ini berperan signifikan dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik.

"Dengan TPG, guru bisa menyediakan perangkat pembelajaran dan bahan ajar yang lebih variatif dan kontekstual. Pembelajaran jadi lebih mudah dipahami siswa," jelas Noormalina.

Pesan Terakhir Wamen: Jangan Biarkan Rusak

Di akhir kunjungannya, Wamen Fajar berpesan agar seluruh warga sekolah merawat fasilitas yang telah diberikan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pembangunan awal, tetapi pada komitmen bersama dalam pemeliharaan.

"Sekali lagi terima kasih atas pengabdian para guru. Kami titip setiap sekolah yang sudah diperbaiki untuk terus dirawat dan dijaga. Setiap ada kerusakan, jangan dibiarkan. Segera diperbaiki," pesan Wamen Fajar tegas.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas program revitalisasi ke berbagai daerah di Indonesia, sebagai wujud nyata pemerataan kualitas pendidikan nasional.

(Sumber: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "72 Sekolah di Kalteng Direvitalisasi, Wamen Fajar: "Ini Hadiah dari Presiden Prabowo untuk Guru dan Murid""