Bandara Soetta Perketat Kedatangan Turis dari 4 Negara, Antisipasi Penyebaran Hantavirus

Otoritas Bandara Soetta meningkatkan kewaspadaan seiring merebaknya hantavirus. (Foto: Facebook) 
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA -- Meningkatnya kewaspadaan global terhadap penyebaran Hantavirus membuat otoritas kesehatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, memperketat pemeriksaan terhadap penumpang internasional yang datang dari empat negara berisiko. Langkah ini dilakukan untuk mencegah masuknya virus berbahaya tersebut ke Indonesia.

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soekarno-Hatta mengungkapkan bahwa pengawasan ekstra diterapkan terhadap penerbangan langsung dari Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama. Keempat negara tersebut masuk dalam daftar wilayah yang telah melaporkan temuan kasus Hantavirus. 

Kepala BBKK Bandara Soetta, Naning Nugrahini, mengatakan pihaknya telah mengaktifkan kembali standar kesehatan perjalanan internasional guna mengantisipasi potensi penularan penyakit tersebut melalui pelaku perjalanan udara. 

Menurut Naning, pemeriksaan dimulai sejak penumpang mengisi deklarasi kesehatan melalui aplikasi SatuSehat Health Pass. Dari data tersebut, petugas dapat memetakan risiko kesehatan penumpang yang datang dari luar negeri. 

“Begitu turun, ada pengamatan tanda dan gejala melalui thermal scanner dan observasi visual,” ujar Naning, Selasa (12/5/2026). 

Selain pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner, petugas juga melakukan observasi visual terhadap kondisi fisik penumpang yang dicurigai mengalami gejala penyakit menular. Bila ditemukan indikasi mengarah pada Hantavirus, penumpang akan menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter karantina kesehatan. 

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi probable atau dugaan kuat terinfeksi Hantavirus, penumpang akan dirujuk ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi untuk menjalani isolasi dan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. 

BBKK Soetta juga menyiapkan ambulans khusus penyakit menular lengkap dengan sistem dekontaminasi untuk mencegah penyebaran virus selama proses evakuasi pasien. 

Naning menjelaskan bahwa pengawasan terhadap negara-negara tertentu akan terus diperbarui sesuai perkembangan global. Tidak menutup kemungkinan jumlah negara dalam daftar pengawasan bertambah apabila ditemukan penyebaran baru. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization untuk memperoleh pedoman skrining dan deteksi dini Hantavirus. Pemerintah juga memperketat pengawasan di gerbang kedatangan internasional guna mengantisipasi masuknya virus tersebut ke Indonesia. 

Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan urin, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi virus. Dalam sejumlah kasus, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga kematian. 

Pemerintah pun mengimbau masyarakat dan pelaku perjalanan internasional untuk tetap menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, serta segera melapor jika mengalami gejala demam, sesak napas, atau gangguan kesehatan setelah bepergian dari luar negeri.

(berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "Bandara Soetta Perketat Kedatangan Turis dari 4 Negara, Antisipasi Penyebaran Hantavirus"