GEBRAK.ID – Dinasti bulu tangkis China di ajang beregu putra belum menunjukkan tanda-tanda runtuh. Tim Negeri Tirai Bambu sukses mempertahankan trofi Piala Thomas pada tahun ini setelah menaklukkan kejutan besar turnamen, Prancis, dengan skor 3-1 dalam final yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, Minggu (3/5/2026) malam waktu setempat atau Senin (4/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ke-12 sepanjang sejarah ini sekaligus memperkecil jarak dengan rekor terbanyak yang masih dipegang Indonesia dengan 14 trofi. Namun, jalan menuju podium tertinggi tidaklah mulus bagi sang juara bertahan.
Shi Yu Qi Terpaksa Bermain Rubber Game
Final langsung menyajikan tensi tinggi sejak partai pertama. Tunggal putra nomor satu dunia, Shi Yu Qi, yang diunggulkan menghadapi Christo Popov, justru dipaksa bermain tiga gim. Shi akhirnya menang dengan skor 21-16, 16-21, 21-17 dalam durasi hampir 90 menit.
"Christo bermain sangat agresif di gim kedua, terutama dari sektor depan net. Saya harus tetap tenang dan fokus pada pola serangan saya sendiri di gim penentuan," ujar Shi Yu Qi dalam sesi wawancara usai pertandingan.
Prancis Bangkit, Alex Lanier Tumbangkan Li Shi Feng
Prancis yang tampil sebagai kuda hitam sepanjang turnamen, tidak patah arang. Pada partai kedua, tunggal putra muda Prancis, Alex Lanier, tampil impresif. Ia sukses menumbangkan Li Shi Feng secara meyakinkan lewat dua gim langsung 21-13, 21-10. Ini menjadi kemenangan perdana Lanier atas Li dalam pertemuan resmi mereka.
Kemenangan itu sempat membakar harapan Prancis untuk merebut gelar perdana Piala Thomas, sekaligus membuktikan bahwa kekuatan baru di peta bulu tangkis dunia mulai muncul, terutama dari sektor tunggal putra.
Drama 96 Menit Weng Hong Yang
Namun, momentum Prancis gagal dimaksimalkan. Pada partai ketiga, Weng Hong Yang memastikan China kembali unggul setelah mengalahkan Toma Junior Popov dalam laga maraton berdurasi 96 menit. Skor akhir 22-20, 20-22, 21-19 menggambarkan betapa sengitnya pertarungan kedua pemain.
Pada gim ketiga, Toma sempat menyamakan kedudukan menjadi 18-18 dan membuka peluang untuk membalikkan keadaan. Namun, Weng menunjukkan mental baja pada poin-poin kritis.
"Saya hanya terus mengingatkan diri sendiri untuk percaya pada latihan. Ini bukan hanya tentang fisik, tapi juga siapa yang lebih kuat mentalnya di akhir," kata Weng Hong Yang kepada pewarta usai laga.
Kepastian gelar China akhirnya ditentukan pada partai ganda putra kedua. Pasangan He Ji Ting/Ren Xiang Yu tampil solid tanpa memberi celah, menaklukkan Eloi Adam/Leo Rossi dengan skor meyakinkan 21-13, 21-16.
Pelipur Lara bagi China Usai Piala Uber 2026
Keberhasilan mempertahankan Piala Thomas menjadi pelipur lara bagi skuad China setelah tim putri mereka harus mengakui keunggulan Korea Selatan pada final Piala Uber 2026 di ajang yang sama.
Sementara bagi Prancis, kekalahan ini tidak mengurangi rasa bangga. Penampilan mereka sepanjang turnamen, termasuk menumbangkan Indonesia, Jepang, dan India, di babak sebelumnya, menjadi sinyal tegas bahwa persaingan bulu tangkis dunia tidak lagi didominasi oleh negara-negara tradisional.
(Berbagai Sumber)
Jangan Terlewatkan: Catatan Kelam Bulu Tangkis di Denmark 2026: Kali Pertama dalam Sejarah Indonesia Tersingkir dari Fase Grup Piala Thomas

Posting Komentar untuk "China Pertahankan Gelar Piala Thomas 2026, Prancis Jadi Kuda Hitam yang Menjanjikan"