Dari Pulang Pisau, Suara Guru Menggema: Pemerintah Janjikan Kompetensi dan Kesejahteraan Lebih Baik

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat dialog bersama ratusan guru dan pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; PULANG PISAU – Di tengah semangat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, suara para guru dari daerah kembali mendapat panggung. Pemerintah melalui Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi kunci utama dalam mendorong transformasi pendidikan di daerah.

Pernyataan itu disampaikan dalam dialog bersama ratusan guru dan pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Sabtu (2/5/2026). Forum yang berlangsung di kantor bupati setempat tersebut menjadi ruang terbuka bagi para pendidik untuk menyampaikan langsung tantangan yang mereka hadapi di lapangan.

“Guru tidak lagi bisa diposisikan hanya sebagai pelaksana kurikulum. Mereka adalah aktor utama yang menentukan kualitas pembelajaran. Karena itu, penguatan kompetensi dan kesejahteraan harus berjalan beriringan,” ujar Wamen Fajar dalam forum tersebut.

Dialog berlangsung hangat dan interaktif. Sekitar 100 peserta, mulai dari guru, organisasi profesi, hingga pejabat daerah, terlibat dalam diskusi yang mengangkat berbagai persoalan nyata. Mulai dari keterbatasan akses pelatihan berbasis praktik, minimnya pemanfaatan data pendidikan, hingga belum meratanya fasilitas digital di sekolah.

Berdasarkan data Rapor Pendidikan, kualitas layanan pendidikan di Pulang Pisau memang masih menghadapi tantangan. Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) tercatat berada di angka 68,48, yang menunjukkan perlunya penguatan, terutama pada aspek literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran di kelas.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah pusat telah merumuskan arah kebijakan pendidikan 2026 yang lebih terfokus. Di antaranya peningkatan kualifikasi akademik guru, penguatan kompetensi berbasis praktik, serta integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar.

“Transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan kebijakan di atas kertas. Kita butuh ekosistem yang mendukung guru untuk terus belajar, berinovasi, dan berkembang,” tegas Wamen Fajar.

Isu kesejahteraan juga menjadi sorotan penting. Dalam diskusi tersebut, sejumlah guru menyampaikan harapan terkait sistem karier yang lebih jelas, transparan, dan berkelanjutan. Menanggapi hal ini, pemerintah berkomitmen membangun tata kelola guru dalam satu siklus utuh—mulai dari rekrutmen, pengembangan, penilaian kinerja, hingga kesejahteraan.

Menurut Wamen Fajar, pendekatan ini penting agar profesi guru tidak hanya dihargai secara moral, tetapi juga secara sistemik. “Kita ingin menciptakan sistem yang adil dan berkelanjutan, sehingga guru bisa fokus pada tugas utamanya: mendidik generasi bangsa,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan komunitas belajar guru seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Forum-forum ini dinilai strategis sebagai ruang berbagi praktik baik dan refleksi pembelajaran antar guru.

Tak kalah penting, peran kepala sekolah juga ditekankan sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader). Kepala sekolah diharapkan mampu memastikan kualitas proses belajar mengajar berjalan optimal di masing-masing satuan pendidikan.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyerap aspirasi langsung dari daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pusat dan daerah. Harapannya, kebijakan yang lahir tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Di akhir dialog, Wamen Fajar kembali menegaskan bahwa masa depan pendidikan Indonesia sangat bergantung pada kualitas guru. “Jika guru kuat, sekolah akan maju. Dan ketika sekolah maju, masa depan daerah pun akan ikut terangkat,” pungkasnya.

Momentum dari Pulang Pisau ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap kebijakan pendidikan, ada suara guru yang harus didengar—dan diperjuangkan.

(Sumber: Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Dari Pulang Pisau, Suara Guru Menggema: Pemerintah Janjikan Kompetensi dan Kesejahteraan Lebih Baik"