Tangis Haru di Hardiknas 2026: Adiba, Suara Kecil dari Palangka Raya yang Menggetarkan Hati

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, merangkul seorang siswa berkebutuhan khusus bernama Adiba Shakila Atmarani dari Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tak sekadar seremoni tahunan. Di balik rangkaian kegiatan resmi, terselip kisah menyentuh dari seorang anak berkebutuhan khusus bernama Adiba Shakila Atmarani—sosok kecil dengan mimpi besar yang sukses menghangatkan suasana.

Momen itu terjadi saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengunjungi sekolah khusus di kota tersebut usai upacara Hardiknas, Sabtu (2/5/2026). Kunjungan itu awalnya berjalan seperti biasa—meninjau fasilitas, menyapa siswa, hingga melihat proses belajar mengajar. Namun, suasana berubah ketika Adiba tampil.

Dengan suara jernih dan ekspresi penuh percaya diri, Adiba menyanyikan lagu anak-anak tentang kerukunan. Tak berhenti di situ, ia juga membawakan lagu daerah berjudul “Manjala” atas permintaan Wamendikdasmen Fajar. Tepuk tangan pun bergemuruh, menyisakan rasa haru yang sulit disembunyikan.

“Harus rukun sama teman, supaya hidup tenang,” ucap Adiba polos saat diajak berbincang. Kalimat sederhana itu justru menjadi pesan kuat yang menyentuh banyak orang yang hadir.

Di balik penampilannya yang ceria, Adiba menyimpan cerita hidup yang tidak mudah. Ia sempat mengalami kehilangan dalam keluarganya, namun tetap tumbuh dengan semangat dan rasa syukur. Lingkungan sekolah yang inklusif menjadi tempat ia menemukan dukungan, persahabatan, dan ruang untuk berkembang.

Dalam percakapan santai, Adiba dengan antusias menyebut nama-nama teman dekatnya. Hal itu mencerminkan bagaimana sekolah mampu menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Cita-cita Adiba pun tak main-main. Ia ingin menjadi penyanyi hebat seperti Putri Ariani, sekaligus bercita-cita menjadi guru. Dua impian yang ia rajut dengan kesungguhan, seiring latihan rutin yang dijalaninya.

Bakatnya bukan sekadar angan. Adiba tercatat pernah meraih Juara 1 dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat provinsi. Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri untuk melangkah ke kompetisi tingkat berikutnya, dengan latihan vokal dan keyboard yang terus diasah.

Wamendikdasmen Fajar mengaku terkesan dengan semangat Adiba. Ia menilai, kisah seperti ini menjadi bukti nyata bahwa setiap anak memiliki potensi, asalkan mendapatkan ruang dan dukungan yang tepat.

“Adiba adalah contoh bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Yang dibutuhkan adalah kesempatan dan lingkungan yang mendukung,” ujar Wamen Fajar.

Tak hanya itu, pemerintah daerah Kalimantan Tengah juga turut memberikan apresiasi atas pencapaian Adiba. Dukungan tersebut diharapkan mampu memotivasi lebih banyak anak untuk berani bermimpi dan mengembangkan potensi diri.

Secara lebih luas, momentum Hardiknas tahun ini kembali menegaskan pentingnya pendidikan inklusif di Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong pemerataan akses pendidikan, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus, melalui berbagai program revitalisasi sekolah dan penguatan kurikulum adaptif.

Kisah Adiba menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan prestasi akademik, tetapi juga tentang kemanusiaan, empati, dan kesempatan yang setara. Di ruang kelas sederhana di Palangka Raya, seorang anak telah menunjukkan bahwa harapan bisa tumbuh dari mana saja—bahkan dari suara kecil yang tulus.

Dan pada akhirnya, Hardiknas 2026 bukan hanya tentang peringatan, melainkan tentang cerita-cerita seperti Adiba—yang diam-diam memberi inspirasi besar bagi banyak orang.

(Sumber: Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Tangis Haru di Hardiknas 2026: Adiba, Suara Kecil dari Palangka Raya yang Menggetarkan Hati"