Kapal Tanker Iran Masuk Perairan Indonesia di Tengah Blokade AS, Kemlu Terus Pantau

 

Ilustrasi kapal Tanker ( Foto: freepik) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA---Sebuah kapal tanker minyak mentah milik Iran dilaporkan memasuki perairan Indonesia di tengah ketatnya blokade yang dilakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi telah mencatat masuknya kapal tersebut dan tengah melakukan verifikasi lapangan.

Berdasarkan data dari TankerTrackers.com yang dipantau pada Selasa (5/5/2026), kapal tanker berukuran sangat besar (Very Large Crude Carrier/VLCC) bernama DERYA itu telah memasuki Selat Lombok dan tengah menuju perairan Kepulauan Riau.

Kapal tersebut diketahui membawa sekitar 1,88 juta barel minyak mentah. DERYA disebut berhasil menghindari upaya intersepsi armada AS setelah sebelumnya gagal mengirimkan kargo ke India.

"Kami kemudian melihatnya melanjutkan perjalanan ke selatan, sementara kapal-kapal sejenis di daerah tersebut dialihkan kembali ke Iran oleh Angkatan Laut AS. Saat ini kapal tersebut sedang dalam perjalanan menuju titik pertemuan di Kepulauan Riau," demikian pernyataan TankerTrackers.com melalui unggahan di media sosial X.

Laporan ini menyusul kejadian serupa dengan kapal tanker HUGE. Beberapa kapal tanker Iran disebut telah mencapai tujuannya, dialihkan, atau bahkan disita akibat pembatasan maritim yang tengah berlangsung.

Pemerintah RI: Hormati Hak Lintas Hukum Internasional

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia telah mencatat laporan keberadaan kapal asing tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa aktivitas navigasi di perairan Indonesia tunduk pada UNCLOS 1982 yang menghormati hak lintas di setiap zona maritim.

"Indonesia telah mencatat laporan mengenai keberadaan kapal-kapal asing di perairan Indonesia," ujar Yvonne dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

"Pemerintah tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus melakukan koordinasi internal. Kami memandang bahwa kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional," imbuhnya.

Yvonne menambahkan bahwa Indonesia akan terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kedutaan Besar AS untuk Indonesia maupun dari otoritas Iran terkait pergerakan kapal tanker tersebut.

( berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "Kapal Tanker Iran Masuk Perairan Indonesia di Tengah Blokade AS, Kemlu Terus Pantau"