Lomba “Aku dan Budayaku” Diluncurkan, Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Duta Budaya di Era Digital

Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan Lomba Konten Video Kreatif bertajuk “Aku dan Budayaku”. Peluncuran program ini diumumkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Senin (4/5/2026). (Foto: Humas Kementerian Kebudayaan)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA – Upaya melestarikan budaya Nusantara kini semakin adaptif dengan perkembangan zaman. Kementerian Kebudayaan resmi meluncurkan Lomba Konten Video Kreatif bertajuk “Aku dan Budayaku”, sebuah ajang nasional yang menyasar generasi muda agar aktif mempromosikan kekayaan budaya Indonesia melalui platform digital.

Peluncuran program ini diumumkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam taklimat media di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Dalam keterangannya, Fadli Zon mengatakan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi kreatif, tetapi juga bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.

“Kita adalah negara dengan cultural megadiversity. Kekayaan budaya kita luar biasa. Melalui konten video kreatif, kami ingin masyarakat—terutama generasi muda—lebih dekat dan terlibat langsung dengan situs budaya dan museum di daerahnya masing-masing,” ujar Fadli Zon.

Budaya Masuk Ruang Digital

Menurut Fadli, perkembangan teknologi telah mengubah cara generasi muda berinteraksi dengan informasi, termasuk dalam hal budaya. Karena itu, pendekatan digital dinilai menjadi langkah paling efektif untuk memperkenalkan kembali warisan budaya kepada publik luas.

Fadli menilai, anak muda saat ini tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai kreator yang mampu menyampaikan pesan budaya secara menarik, informatif, dan relevan.

“Lomba ini mendorong generasi muda untuk tidak hanya menikmati budaya, tetapi juga menjadi pelaku dan duta budaya di ruang digital,” tegasnya.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi budaya digital di Indonesia, yang dinilai penting dalam menjaga eksistensi nilai-nilai lokal di tengah perkembangan media sosial.

Angkat Museum dan Cagar Budaya Daerah

Lomba “Aku dan Budayaku” mengusung tema “Museum dan Cagar Budaya di Daerahku”. Peserta ditantang untuk membuat konten video yang menampilkan keunikan serta nilai sejarah dari situs budaya di wilayah masing-masing.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menyebut lomba ini dapat menjadi ruang ekspresi sekaligus edukasi bagi generasi muda.

“Karya-karya digital yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan kepedulian terhadap museum dan cagar budaya, bahkan mendorong lahirnya komunitas pecinta budaya di berbagai daerah,” ujar Mahendra.

Selain itu, pemerintah juga berharap program ini dapat berdampak pada peningkatan kunjungan ke museum dan destinasi budaya, yang pada akhirnya ikut menggerakkan sektor pariwisata lokal.

Terbuka untuk Umum dan Pelajar

Lomba ini terbuka untuk dua kategori peserta, yakni umum serta pelajar/mahasiswa dari seluruh Indonesia. Pendaftaran dibuka hingga 30 Juni 2026, dengan mekanisme pengumpulan karya melalui platform digital.

Peserta dapat mengunggah video melalui tiga media sosial utama, yaitu YouTube, Instagram, dan TikTok.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan total hadiah puluhan juta rupiah bagi para pemenang dengan karya terbaik dan paling inspiratif.

Informasi lengkap terkait syarat dan ketentuan lomba dapat diakses melalui situs resmi yang telah disediakan oleh Kementerian Kebudayaan.

Dorong Generasi Kreatif dan Berkarakter

Dalam penutupnya, Fadli Zon kembali menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya bangsa. Ia berharap ajang ini mampu melahirkan karya-karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki nilai edukasi tinggi.

“Melalui lomba ini, kami ingin menghadirkan kembali museum dan cagar budaya sebagai sesuatu yang dekat, menarik, dan membanggakan. Generasi muda harus menjadi ujung tombak dalam menjaga identitas budaya Indonesia,” pungkas Fadli.

Dengan pendekatan berbasis digital, lomba “Aku dan Budayaku” diharapkan menjadi jembatan antara warisan masa lalu dan generasi masa depan, sekaligus memperkuat posisi budaya Indonesia di kancah global.

(Sumber: Humas Kemenbud)


Posting Komentar untuk "Lomba “Aku dan Budayaku” Diluncurkan, Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Duta Budaya di Era Digital"