Editor: Devona R
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memberikan sambutan dalam puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (24/5/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; PAMEKASAN – Momentum puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berlangsung meriah sekaligus bersejarah. Lebih dari 24 ribu murid dari berbagai jenjang pendidikan memadati Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan untuk mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) yang sukses memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengajak seluruh peserta untuk menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta mengikrarkan komitmen sebagai pelajar Indonesia yang berkarakter dan cinta tanah air.
Menurut Abdul Mu’ti, pembangunan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tidak bisa dicapai secara instan. Dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa ikhtiar yang sungguh-sungguh. Kita harus memiliki semangat, optimisme, dan kerja keras untuk melahirkan generasi Indonesia yang kuat, tangguh, dan berdaya saing global,” ujar Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan di Pamekasan, Minggu (24/5/2026).
Abdul Mu'ti juga menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui pembiasaan positif sejak usia dini. Dalam kesempatan itu, para murid diajak membaca Ikrar Pelajar Indonesia yang berisi komitmen untuk belajar dengan baik, menghormati guru dan orang tua, menjaga kerukunan, serta mencintai bangsa dan negara.
“Modal menjadi generasi hebat adalah memiliki pola pikir maju, mental kuat, dan kesungguhan dalam belajar. Saya berharap dari Pamekasan lahir generasi cerdas yang juga berkarakter,” kata Abdul Mu'ti.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Salah seorang murid SDN Larangan Badung 1, Adelia Rahmawati, mengaku sangat senang bisa mengikuti senam massal bersama ribuan pelajar lainnya.
Menurut Adelia, suasana kegiatan kali ini terasa berbeda dibandingkan senam rutin di sekolah karena diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Pamekasan. “Senang sekali bisa senam bersama dan bertemu teman-teman dari sekolah lain. Acaranya ramai dan seru,” ucapnya penuh semangat.
Dukungan terhadap penerapan 7 KAIH juga datang dari para guru. Guru SDN Larangan Tokol 1, Masrafah, menilai program tersebut efektif membangun kebiasaan positif dan karakter murid sejak dini. Ia menyebut sekolahnya rutin melaksanakan SAIH setiap hari Jumat serta melibatkan orang tua dalam penerapan kebiasaan baik di rumah.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan beberapa murid datang lebih awal agar bisa ikut mempersiapkan acara pemecahan rekor MURI,” kata Masrafah.
Tak hanya guru dan murid, para orang tua pun ikut merasakan kebanggaan. Wulandari Utami Putri, orang tua dari Shaquina Dynar Malaika, murid TK ABA Waru Pamekasan, mengaku terharu melihat semangat putrinya mengikuti kegiatan tersebut.
“Dynar sangat hafal gerakan senamnya. Saya melihat sendiri dampak positifnya bagi tumbuh kembang anak,” ujar Wulandari.
Keberhasilan pelaksanaan SAIH yang melibatkan lebih dari 24 ribu peserta ini menjadi catatan penting dalam dunia pendidikan nasional. Selain memecahkan rekor MURI, kegiatan tersebut juga menjadi simbol penguatan karakter dan kebersamaan dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, disiplin, dan berdaya saing.
(Sumber: Humas Kemendikdasmen)