Pertalite Mulai Langka, Pengamat Sebut Bisa Jadi Sinyal Penghapusan Bertahap

Sejumlah laporan menyebutkan beberapa SPBU Pertamina di Jakarta sudah berhenti menjual Pertalite. (Foto: Gebrak.id) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA--Kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU belakangan memicu keresahan masyarakat. Antrean kendaraan mulai terlihat di beberapa wilayah Jabodetabek hingga luar kota, sementara sebagian SPBU dilaporkan sudah tidak lagi menjual Pertalite. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa pemerintah tengah menyiapkan penghapusan bertahap BBM RON 90 tersebut.

Sejumlah laporan menyebutkan sedikitnya 13 SPBU Pertamina di Jakarta sudah berhenti menjual Pertalite. Pemerintah menjelaskan beberapa SPBU mengalami peningkatan status menjadi SPBU Signature dengan layanan premium. 

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan perubahan tersebut berkaitan dengan transformasi layanan SPBU.

“Beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade menjadi SPBU Signature,” ujar Anggia seperti dikutip dari Antara.

Meski demikian, masyarakat menilai kelangkaan tidak hanya terjadi di SPBU yang berubah status. Di sejumlah SPBU reguler, stok Pertalite juga disebut sering kosong sehingga pengendara harus berpindah lokasi untuk mendapatkan BBM subsidi tersebut. 

Pengamat energi menilai kondisi ini dapat dibaca sebagai sinyal pengurangan konsumsi Pertalite secara perlahan. Pemerintah sebelumnya memang beberapa kali mewacanakan transisi menuju BBM dengan oktan lebih tinggi demi mendukung kualitas udara dan efisiensi subsidi energi.

Dalam berbagai pembahasan pemerintah, Pertalite dinilai tidak lagi sesuai dengan arah kebijakan energi bersih dan standar emisi kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Wacana penghapusan juga dikaitkan dengan rencana pengembangan BBM campuran bioetanol seperti Pertamax Green 92. 

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM dan Pertamina sebelumnya juga pernah menyinggung tahun 2026 sebagai periode penting dalam transisi BBM menuju kualitas yang lebih tinggi. 

Namun pemerintah menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai penghapusan total Pertalite. Pemerintah juga memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran subsidi energi masih mencukupi untuk menjaga stabilitas harga BBM.

“Subsidi terhadap BBM akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik,” kata Purbaya. 

Di tengah isu yang berkembang, Pertamina juga membantah sejumlah informasi viral terkait pembatasan kendaraan pengguna Pertalite mulai 1 Juni 2026. Pertamina menegaskan kabar tersebut adalah hoaks dan belum ada aturan resmi mengenai pelarangan kendaraan tertentu membeli Pertalite. 

Sementara itu, pemerintah tetap mengatur kuota BBM subsidi untuk 2026. Sejumlah laporan menyebut kuota Pertalite mengalami penyesuaian dibanding tahun sebelumnya sebagai bagian dari pengendalian subsidi energi nasional. 

Masyarakat kini menunggu kepastian pemerintah terkait masa depan Pertalite, termasuk mekanisme subsidi pengganti apabila nantinya dilakukan transisi menuju BBM dengan kualitas lebih tinggi.

(berbagai sumber)