Jangan Salah Isi, Pertamina Ingatkan Risiko Mesin Rusak jika Pakai BBM Tak Sesuai Spesifikasi

PT Pertamina mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan. (Foto: Dok. Pertamina) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga kembali mengingatkan seluruh pengendara di Indonesia tentang pentingnya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sesuai dengan spesifikasi atau rasio kompresi kendaraan. Imbauan ini disampaikan di tengah maraknya kabar yang beredar di media sosial mengenai rencana pembatasan BBM subsidi jenis Pertalite untuk mobil bermesin 1.400 CC ke atas mulai 1 Juni 2026.

Dalam diskusi bertajuk "Ngobrol Santai Bareng Komunitas Otomotif" di Jakarta pekan lalu, Pertamina menegaskan bahwa edukasi penggunaan energi yang bijak adalah kunci untuk menjaga performa mesin, efisiensi energi, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional .

Bukan soal "Dilarang", Tapi Soal "Ketepatan" Spesifikasi

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa pesan utama dari kampanye ini bukanlah pelarangan, melainkan ajakan untuk bijak berenergi.

"Edukasi penggunaan energi secara bijak menjadi tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk memahami penggunaan BBM sesuai spesifikasi kendaraan, pemanfaatan energi yang tepat guna, serta pentingnya menjaga kualitas performa kendaraan melalui produk yang berkualitas," ujar Roberth dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026) .

Sementara itu VP Marketing Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menambahkan bahwa penggunaan BBM yang sesuai (sesuai nilai oktan/RON) sangat penting. "Ini untuk menjaga performa kendaraan dan efisiensi energi," tegasnya.

Klarifikasi Viral Daftar Mobil "Dilarang" Isi Pertalite

Pertamina buka suara terkait unggahan viral yang menyebutkan daftar panjang mobil seperti Xenia, Xpander, Avanza 1.500 CC, hingga Honda Civic tidak boleh mengisi Pertalite mulai 1 Juni 2026.

Roberth memastikan bahwa informasi mengenai daftar merek kendaraan tertentu yang dilarang membeli Pertalite tersebut tidak benar karena hingga saat ini belum ada arahan resmi dari Pemerintah selaku regulator.

"Informasi mengenai daftar merek kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar... Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi," tegas Roberth. 

Saat ini, distribusi dan penjualan Pertalite masih berjalan normal. Meski begitu, wacana pembatasan BBM subsidi memang terus bergulir sebagai opsi realistis untuk menjaga APBN di tengah tekanan harga minyak global yang menyentuh US$ 110 per barel dan pelemahan rupiah .

Kata Pakar: RON Salah Bikin Mesin Cepat Rusak

Pakar otomotif Rifat Sungkar yang turut hadir dalam diskusi tersebut menegaskan bahwa penggunaan BBM dengan RON (Research Octane Number) yang tidak sesuai dapat berakibat fatal pada mesin.

"Penggunaan bahan bakar dengan RON yang tepat serta pelumas sesuai spesifikasi menjadi bagian penting dalam menjaga performa kendaraan. Komunitas otomotif adalah agent of change yang bisa menyebarkan informasi ini," ujar Rifat .

Pengamat energi Komaidi Notonegoro turut membahas bahwa selain teknis mesin, konsumsi BBM subsidi yang tidak tepat sasaran menjadi beban berat bagi keuangan negara. Pembatasan volume dinilai lebih realistis dibandingkan kenaikan harga BBM saat ini .

Tips Memilih BBM yang Tepat Agar Mesin Awet

Agar tidak salah pilih di SPBU, berikut panduan sederhana dari para ahli:

1. Lihat Buku Manual Kendaraan: Rekomendasi RON paling akurat selalu tertulis di buku panduan atau tutup tangki bensin.

2. Kenali Kompresi Mesin:

  · Mesin kompresi rendah (di bawah 10:1): Cukup gunakan Pertalite (RON 90) .

  · Mesin kompresi standar (10:1 - 11:1): Rekomendasi minimal Pertamax (RON 92) .

  · Mesin kompresi tinggi (di atas 11:1) dan Injeksi: Direkomendasikan Pertamax Turbo (RON 98) atau Pertamax Green (RON 95) untuk performa maksimal dan mencegah knocking .

3. Efisiensi vs. Performa: Mobil-mobil modern dengan teknologi Variable Valve Timing (VVT-i, i-VTEC, Dual VVT-i) sangat disarankan menggunakan BBM minimal RON 92 agar sistem pembakaran bekerja optimal.

Pertamina berkomitmen terus meningkatkan layanan SPBU dan fitur digital. Masyarakat diimbau untuk selalu mencari informasi resmi melalui kanal Pertamina atau hubungi Contact Center 135.

(berbagai sumber