Sindikat "Vape Setan" Dibongkar: 4 WN China dan 1 WNI Ditangkap, Racun Etomidate Mengalir dari Apartemen Mewah

Sejumlah barang bukti narkoba jenis etomidate yang disita dari kelima pelaku yang ditangkap di dua lokasi yaitu Jakarta Utara dan Kabupaten Tangerang pada Rabu (6/5/2026). (Foto: Ditresnarkoba Polda Metro Jaya)
Editor: M Zuhro AH

GEBRAK.ID; JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis baru yang berkamuflase dalam balutan cairan vape. Empat warga negara (WN) China dan seorang warga negara Indonesia (WNI) ditangkap di dua lokasi berbeda, menghentikan laju racun etomidate yang siap menghancurkan generasi muda dari balik apartemen mewah.

Kanit 4 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Rumangga, menyatakan kronologi penangkapan yang berlangsung dalam dua gelombang. 

“Pengungkapan tersebut bermula pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 23.05 WIB, setelah menerima informasi masyarakat terkait adanya aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Apartemen Green Bay, Penjaringan, Jakarta Utara,” ujar Rumangga dalam keterangan pers, Rabu (13/5/2026).

Dua Tersangka, 14 Cartridge, dan Transnasional Crime

Berdasarkan informasi warga, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pengamatan di lokasi. Di area parkiran Apartemen Green Bay, polisi mendapati dua pria dengan gerak-gerik mencurigakan. Keduanya langsung diamankan dan digeledah.

Hasilnya mengejutkan: polisi menemukan 14 pieces cartridge vape yang mengandung narkotika golongan II jenis etomidate serta dua unit telepon genggam. Kedua pria itu diidentifikasi sebagai warga China berinisial GY (40 tahun) dan YJ (43), serta seorang WNI berinisial A (47).

Satu hari berselang, Kamis (7/5/2026), tim kembali bergerak. Kali ini menyasar dua pria lain berinisial LY (38) dan LZ (40) yang ditangkap di Jalan Simpang Gate 3, Penjaringan, Jakarta Utara sekitar pukul 22.00 WIB. Dari penggeledahan terhadap keduanya, petugas mengamankan 21 bungkus cartridge etomidate yang dikemas rapi dalam plastik warna kuning serta 4 unit telepon genggam.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua terduga pelaku diketahui tinggal di Apartemen Tokyo Riverside Lemo, Kabupaten Tangerang. Kemudian polisi melakukan pengembangan dan penggeledahan di apartemen tersebut hingga menemukan tambahan 2 bungkus cartridge etomidate dan seorang pria berinisial YJ (43),” ucap Rumangga.

Dari keseluruhan operasi, polisi mengamankan total 37 cartridge vape mengandung etomidate dan 6 unit telepon genggam. Rumangga menegaskan, “Dalam hal ini kejahatan seperti ini merupakan kejahatan 'Transnasional Crime' yang harus kita antisipasi bersama.”

Apa Itu Etomidate dan Kenapa Begitu Berbahaya?

Etomidate sejatinya adalah obat anestesi intravena yang digunakan dalam prosedur medis untuk induksi anestesi umum. Obat ini bekerja dengan cepat menekan sistem saraf pusat dan hanya boleh digunakan di bawah pengawasan dokter ahli anestesi . Namun di tangan sindikat narkoba, etomidate disalahgunakan sebagai zat psikoaktif yang menimbulkan efek relaksasi dan euforia serupa narkotika.

Yang membuatnya sangat berbahaya, etomidate memiliki indeks terapi sempit—artinya dosis mematikan sangat dekat dengan dosis yang menghasilkan efek "high" yang dicari penyalahguna . Penggunaan tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan henti napas, henti jantung, hingga kematian. Kemasannya yang menyerupai cartridge vape biasa membuatnya sulit dideteksi dan sangat mudah menyasar kalangan muda.

Polisi: Masyarakat Jangan Diam

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menekankan bahwa pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama. “Sekecil apapun informasi dari masyarakat, sangat berguna bagi kepolisian, dimulai dari lingkungan terdekat dan sekitar untuk kita sama-sama peduli,” ungkapnya.

Budi juga mengingatkan warga agar tak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Polda Metro Jaya telah menyediakan Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam penuh untuk menampung setiap laporan warga.

Saat ini, kelima tersangka dan seluruh barang bukti telah digelandang ke Markas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi menduga kuat jaringan ini terhubung dengan sindikat internasional yang lebih besar. 

Apartemen mewah yang dijadikan basis operasi menjadi bukti bahwa bisnis haram ini bukanlah operasi kecil-kecilan, melainkan kejahatan terorganisasi yang mengincar pasar narkoba Indonesia.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para orang tua untuk mewaspadai peredaran vape di kalangan remaja. Bentuknya yang ringkas dan tampilannya yang modern bisa jadi menyembunyikan racun mematikan di dalamnya.

(Sumber: Siaran Pers Polda Metro Jaya)


Posting Komentar untuk "Sindikat "Vape Setan" Dibongkar: 4 WN China dan 1 WNI Ditangkap, Racun Etomidate Mengalir dari Apartemen Mewah"