GEBRAK.ID;JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan harga berbagai barang akan mengalami kenaikan dalam kurun waktu tiga hingga enam bulan ke depan. Prediksi ini didasarkan pada hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) periode Maret 2026 yang dirilis bank sentral.
Alasan BI Prediksi Harga Naik
Kepala Komunikasi BI menjelaskan, tekanan inflasi dipicu oleh kenaikan harga bahan baku. Hal ini membuat para pedagang di tingkat eceran memperkirakan harga jual barang mereka akan ikut naik.
"Ekspektasi harga meningkat karena pelaku usaha melihat biaya produksi dari bahan baku yang lebih tinggi," demikian kutipan dari laporan BI yang terbit Rabu (13/5/2026).
Perhitungan BI: Indeks Ekspektasi Harga Umum
BI menggunakan alat ukur bernama Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH). Angka indeks di atas 100 menunjukkan ekspektasi kenaikan harga.
Hasilnya:
· IEH Juni 2026: 175,6 (naik tajam dari Mei 2026 yang hanya 157,4)
· IEH September 2026: 163,2 (naik dari Agustus 2026: 157,2)
Artinya, tekanan kenaikan harga diprediksi lebih tinggi pada Juni dibandingkan September 2026.
Barang Apa Saja yang Naik?
BI tidak menyebut daftar spesifik, tetapi dari data penjualan Maret 2026, kelompok barang yang permintaannya tinggi dan berpotensi naik harga adalah:
1. Suku cadang dan aksesori (tumbuh 15,5% yoy)
2. Barang budaya dan rekreasi (tumbuh 14,8% yoy)
3. Makanan, minuman, dan tembakau (tumbuh 4,7% yoy)
4. Bahan bakar kendaraan bermotor
5. Subkelompok sandang (pakaian)
Penjualan Malah Melambat
Kenaikan harga ini terjadi di saat penjualan justru diperkirakan turun. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Juni 2026 tercatat 136,8, turun dari Mei 2026 (147,2). Penyebabnya: musim ujian sekolah dan normalisasi aktivitas pasca-Lebaran.
(Sumber laporan resmi Bank Indonesia, survei eceran Maret 2026)

Posting Komentar untuk "Waswas! BI Prediksi Harga Barang Bakal Naik dalam 3-6 Bulan, Ini Penyebabnya"