![]() |
| Pemerintah siapkan Rp1.896 triliun untuk 61 program prioritas 2027, termasuk MBG dan pengembangan mobil nasional, terbagi dalam 8 klaster strategis. ( Foto: sekretariat negara) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID, JAKARTA - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui panitia kerja (panja) penyusunan rancangan awal RAPBN 2027 telah menyepakati 61 program yang menjadi dasar penghitungan kebutuhan anggaran belanja negara tahun depan. Program-program ini terbagi ke dalam 8 klaster program kerja prioritas nasional (PKPN) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto .
Kesepakatan ini menandai langkah konkret dalam mempersiapkan anggaran yang diperkirakan mencapai angka fantastis. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan bahwa kebutuhan pendanaan untuk program-program prioritas nasional pada 2027 diperkirakan mencapai Rp1.720 triliun hingga Rp1.896 triliun . Angka ini mencerminkan ambisi besar pemerintahan Prabowo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat .
8 Klaster Prioritas yang Dibiayai APBN 2027
Delapan klaster yang menjadi fokus utama kebijakan fiskal 2027 meliputi:
1. Kedaulatan Pangan - Mencakup program seperti Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan kawasan perkebunan strategis, dan peningkatan produksi daging, susu, dan telur
2. Kemandirian Energi dan Air - Termasuk program biodiesel B50, bioetanol E20, dan pembangunan PLTS 100 GW
3. Pendidikan - Mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah, Sekolah Rakyat, dan digitalisasi pendidikan
4. Kesehatan - Meliputi program MBG untuk ibu hamil, menyusui, dan balita, serta penuntasan tuberkulosis
5. Hilirisasi dan Industrialisasi - Termasuk program pengembangan mobil nasional dan motor nasional
6. Infrastruktur, Perumahan, dan Ketahanan Bencana - Mencakup proyek Giant Sea Wall dan program 3 juta rumah
7. Ekonomi Kerakyatan dan Desa - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
8. Penurunan Kemiskinan - Melalui Program Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) terintegrasi
Rincian Anggaran per Klaster
Dari total pagu indikatif belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp1.380,9 triliun, alokasi untuk PKPN mencapai Rp635,9 triliun . Rinciannya:
· Pendidikan: Rp347,6 triliun (porsi terbesar)
· Penurunan Kemiskinan: Rp154,20 triliun
· Kesehatan: Rp36,85 triliun
· Kemandirian Energi dan Air: Rp35,36 triliun
· Kedaulatan Pangan: Rp35,20 triliun
· Infrastruktur: Rp25,12 triliun
· Hilirisasi dan Industrialisasi: Rp1,38 triliun
· Ekonomi Kerakyatan dan Desa: Rp178,1 miliar
Pendidikan Menjadi Prioritas Utama
Klaster pendidikan mendapat perhatian terbesar dengan alokasi anggaran Rp347,6 triliun. Beberapa program unggulan di antaranya adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah, revitalisasi sarana prasarana sekolah, digitalisasi pendidikan, serta pemenuhan alokasi 20% anggaran pendidikan sesuai amandemen UUD 1945 . Selain itu, pemerintah juga mulai menyiapkan program sekolah gratis hingga tingkat SMP yang mengakomodir putusan Mahkamah Konstitusi.
Target Ekonomi Makro 2027
Pemerintah menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro untuk menopang pelaksanaan program-program tersebut, antara lain pertumbuhan ekonomi 5,8-6,5%, inflasi 1,5-3,5%, dan nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS . Defisit APBN dirancang tetap di bawah 3% terhadap PDB, yakni sekitar 1,8-2,4% .
Strategi Pendanaannya
Untuk membiayai program-program ambisius ini, pemerintah akan mengoptimalkan pendapatan negara melalui reformasi perpajakan, perluasan basis penerimaan, serta penguatan tata kelola penerimaan negara bukan pajak (PNBP) . Di sisi belanja, efisiensi dan refocusing anggaran akan terus dilakukan agar belanja negara lebih produktif dan tepat sasaran.
"APBN harus dijaga tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan," tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
( berbagai sumber)
