GEBRAK.ID; SURABAYA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya memperkuat layanan pendidikan di Jawa Timur (Jatim). Sebanyak 1.390 satuan pendidikan telah direvitalisasi dan tiga unit sekolah baru dibangun dengan total anggaran lebih dari Rp917 miliar.
Komitmen itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Timur 2027 di Surabaya, Selasa (14/4/2026).
“Program prioritas Bapak Presiden terlaksana sangat baik di Jawa Timur. Untuk revitalisasi, ada 1.390 sekolah diperbaiki dan tiga unit sekolah baru. Total anggarannya Rp917 miliar lebih. Sepertinya ini yang terbesar se-Indonesia dan alhamdulillah sudah terlaksana 100 persen,” ujar Mu’ti.
Digitalisasi Pendidikan: 39.843 IFP Sudah Terdistribusi
Tak hanya infrastruktur fisik, Kemendikdasmen juga mempercepat digitalisasi pembelajaran. Di Jawa Timur, sebanyak 39.843 unit Interactive Flat Panel (IFP) telah terdistribusi ke sekolah-sekolah dan diikuti pelatihan guru.
“Untuk digitalisasi di Jawa Timur, ada 39.843 IFP dan semuanya sudah terdistribusi. Pelatihan bagi guru juga sudah dilakukan. Mudah-mudahan perangkat ini dimanfaatkan optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Mu'ti.
Digitalisasi menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis teknologi sekaligus mempersempit kesenjangan akses pembelajaran.
Anggaran Nasional 2026 Capai Rp14 Triliun
Secara nasional, pada 2026 pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi sebesar Rp14,062 triliun untuk 11.655 satuan pendidikan. Program digitalisasi juga dilanjutkan dengan penambahan tiga perangkat IFP per sekolah.
Selain itu, Program Indonesia Pintar (PIP) akan diperluas hingga jenjang taman kanak-kanak (TK). Pemerintah juga menyiapkan peningkatan kualifikasi guru melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan beasiswa Rp3 juta per semester bagi 150 ribu guru.
Tak hanya itu, pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD juga digencarkan sebagai persiapan penerapan mata pelajaran Bahasa Inggris mulai kelas 3 SD pada 2027.
Bappenas Tekankan Sinergi Daerah
Menteri PPN/Kepala Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Rachmat Pambudy, menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap program prioritas nasional.
“Kami harapkan dukungan dan sinergi dari pemerintah daerah, khususnya untuk proyek-proyek strategis seperti pembangunan Sekolah Rakyat, digitalisasi pendidikan, Koperasi Merah Putih, hingga Kartu Usaha Afirmatif,” ujar Rachmat.
Jatim Tertinggi SNBP Tujuh Kali Berturut-turut
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian pendidikan di provinsinya sebagai hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan melalui program “Jatim Cerdas”.
“Tujuh tahun berturut-turut Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah penerimaan SNBP tertinggi di perguruan tinggi negeri, dengan rasio 27,20 persen. Baik jalur reguler maupun KIP Kuliah, kita tertinggi,” kata Khofifah.
Kofifah menegaskan fokus pembangunan pendidikan Jawa Timur diarahkan pada pemerataan sarana-prasarana, peningkatan mutu pengajaran, serta penguatan daya saing lulusan SMA, SMK, dan SLB.
Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf menambahkan, penguatan layanan dasar pendidikan menjadi prioritas dalam pokok-pokok pikiran DPRD. “Pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial adalah fondasi utama peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Musrenbang RKPD 2027 juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk bersama sejumlah pimpinan lembaga dan kepala daerah. Kehadiran mereka menegaskan kuatnya kolaborasi pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia.
Dengan capaian revitalisasi ribuan sekolah dan digitalisasi masif, Jawa Timur dinilai menjadi salah satu model implementasi program prioritas pendidikan nasional yang paling progresif hingga 2026.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Rekor Nasional: 1.390 Sekolah di Jawa Timur Direvitalisasi, 39.843 IFP Terpasang Penuh!"