Editor: A. Rayyan K
Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi. (Foto ilustrasi: Pixabay)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Tim nasional (timnas) Argentina memasuki Piala Dunia 2026 dengan satu pelajaran penting yang tak ingin kembali terulang. Empat tahun lalu di Qatar, langkah awal La Albiceleste justru diwarnai kejutan besar setelah tumbang 1-2 dari Arab Saudi pada laga pembuka fase grup.
Kekalahan itu sempat mengguncang publik sepak bola dunia. Namun, dari titik terendah tersebut, Argentina bangkit, menyapu dua laga grup berikutnya, lalu melaju hingga akhirnya menjuarai Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti di partai final.
Kini, sejarah seolah menghadirkan skenario yang mirip. Pada laga perdana Grup J Piala Dunia 2026, Argentina kembali berhadapan dengan wakil dari dunia Arab, yakni Aljazair.
Pertandingan yang akan berlangsung di Kansas City Stadium, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) pagi WIB, menjadi ujian pertama bagi sang juara bertahan dalam upaya mempertahankan mahkota dunia.
Berbeda dengan empat tahun lalu, Argentina datang dengan bekal yang jauh lebih matang. Di bawah arahan pelatih Lionel Scaloni dan kepemimpinan kapten Lionel Messi, Albiceleste menjelma menjadi salah satu tim paling konsisten di dunia.
Sejak mengangkat trofi Piala Dunia pada Desember 2022, Argentina memainkan 39 pertandingan internasional. Hasilnya sangat impresif. Tim Tango mencatatkan 34 kemenangan, dengan 28 di antaranya diraih tanpa kebobolan. Statistik tersebut menunjukkan betapa solidnya skuad yang dibangun Scaloni dalam beberapa tahun terakhir.
Kesuksesan itu semakin lengkap ketika Argentina menjuarai Copa America 2024. Gelar tersebut memperkuat status sebagai salah satu kekuatan dominan sepak bola dunia saat ini.
Meski demikian, Scaloni diperkirakan tetap akan meminta anak asuhnya waspada. Sejumlah tim unggulan seperti Brasil, Spanyol, dan Uruguay mengalami kesulitan pada pertandingan awal Piala Dunia 2026. Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa laga pembuka seringkali menghadirkan tekanan tersendiri, bahkan bagi tim favorit sekalipun.
Aljazair Datang dengan Modal Positif
Di atas kertas, Argentina memang lebih diunggulkan. Namun Aljazair bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Tim berjuluk Les Fennecs atau Serigala Gurun itu datang dengan kepercayaan diri tinggi. Sejak tersingkir di perempat final Piala Afrika awal tahun 2026, pasukan asuhan Vladimir Petkovic tidak terkalahkan dalam sejumlah laga uji coba internasional.
Hasil yang paling menyita perhatian adalah kemenangan atas Belanda serta keberhasilan menahan Uruguay. Petkovic sengaja memilih lawan-lawan dari Amerika Latin sebagai bagian dari simulasi menghadapi Argentina.
Pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu juga memiliki pengalaman berharga di panggung dunia. Saat menangani Swiss pada Piala Dunia 2018, ia mampu membawa timnya menahan imbang Brasil dan tampil kompetitif sepanjang turnamen.
Pengalaman tersebut diyakini menjadi modal penting dalam merancang strategi untuk meredam agresivitas Argentina.
Di lini depan, Aljazair masih mengandalkan Riyad Mahrez sebagai pemimpin tim. Meski produktivitasnya tak lagi setinggi beberapa tahun lalu, pengalaman mantan bintang Manchester City itu tetap menjadi aset penting.
Mahrez kemungkinan akan menopang duet penyerang yang diisi Amine Gouiri dan Mohammed Amoura. Nama terakhir menjadi salah satu pemain paling berbahaya setelah tampil impresif sepanjang kualifikasi dengan kontribusi gol dan assist yang signifikan.
Messi Tetap Jadi Pembeda
Sementara itu, Argentina diperkirakan kembali mengandalkan formasi 4-3-3 yang sudah menjadi ciri khas Scaloni. Messi akan mendukung ketajaman Lautaro Martinez di lini depan, dengan dukungan Thiago Almada dari sisi lainnya.
Di sektor tengah, trio Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, dan Alexis Mac Allister tetap menjadi motor permainan. Sedangkan lini belakang akan dipimpin Cristian Romero yang bertugas melindungi penjaga gawang Emiliano Martinez.
Namun, seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, sosok Messi tetap menjadi pusat perhatian. Pemilik delapan Ballon d'Or itu akan menjalani penampilan ke-27 di putaran final Piala Dunia sekaligus tampil dalam edisi keenam sepanjang kariernya.
Bukan hanya kemampuan teknis yang membuat Messi begitu penting. Kepemimpinan, pengalaman, dan pengaruhnya di ruang ganti menjadi faktor yang diyakini mampu menjaga fokus Argentina sejak pertandingan pertama.
Jika pada 2022 Argentina sempat tergelincir sebelum akhirnya bangkit menjadi juara, maka pada Piala Dunia 2026 mereka ingin langsung tancap gas sejak awal. Kemenangan atas Aljazair bukan hanya soal meraih tiga poin, tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada seluruh pesaing bahwa sang juara bertahan siap mempertahankan gelarnya.
(Berbagai Sumber)