Atalanta Resmi Gaet Maurizio Sarri, Misi Kembalikan La Dea ke Jalur Elite Serie A Liga Italia Dimulai

Maurizio Sarri (kanan) resmi menjadi pelatih baru Atalanta pada Senin (15/6/2026). (Foto: Atalanta.it)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Atalanta akhirnya membuat keputusan besar untuk menyambut musim baru. Klub asal Bergamo itu resmi menunjuk Maurizio Sarri sebagai pelatih kepala yang baru, menggantikan Raffaele Palladino yang diberhentikan setelah hasil kurang memuaskan sepanjang musim 2025/2026.

Penunjukan Sarri diumumkan langsung oleh manajemen klub melalui pernyataan resmi pada Senin (15/6/2026). Pelatih berusia 67 tahun tersebut dipercaya memimpin proyek baru La Dea dengan target mengembalikan klub ke papan atas Serie A dan kompetisi Eropa.

"Atalanta dengan senang hati mengumumkan penunjukan Maurizio Sarri sebagai pelatih kepala tim utama. Sepanjang karier kepelatihannya yang gemilang, Sarri telah menangani lebih dari 800 pertandingan profesional, dengan koleksi trofi yang mencakup gelar Liga Europa UEFA dan gelar Serie A," tulis Atalanta dalam pernyataan resminya.

Kehadiran Sarri menjadi bagian dari upaya Atalanta untuk mengakhiri periode ketidakstabilan yang terjadi sejak berakhirnya era panjang Gian Piero Gasperini. Selama hampir satu dekade, Gasperini berhasil mengubah Atalanta menjadi kekuatan baru sepak bola Italia, termasuk membawa klub tampil reguler di Liga Champions dan menjuarai Liga Europa 2024.

Namun setelah kepergian Gasperini, performa klub mengalami penurunan. Ivan Juric yang sempat dipercaya sebagai penerus gagal bertahan lama sebelum digantikan Palladino pada November. Sayangnya, perubahan tersebut belum mampu mengangkat performa tim secara signifikan.

Musim lalu Atalanta hanya finis di posisi ketujuh klasemen Serie A dan harus puas mendapatkan tiket ke Liga Conference. Capaian itu menjadi salah satu hasil terburuk klub dalam beberapa musim terakhir.

Sarri datang dengan reputasi sebagai salah satu pelatih paling berpengalaman di Italia. Sepanjang kariernya, ia pernah menangani Empoli, Napoli, Juventus, Lazio, hingga Chelsea.

Nama Sarri mulai mendapat pengakuan luas saat membawa Napoli menjadi pesaing serius Juventus dalam perburuan gelar Serie A. Filosofi permainan menyerang yang dikenal dengan istilah "Sarriball" membuat tim-tim racikannya identik dengan penguasaan bola cepat dan permainan atraktif.

Kesuksesan juga diraih saat menangani Chelsea pada musim 2018/2019. Meski hanya semusim di Stamford Bridge, Sarri mampu mempersembahkan trofi Liga Europa. Setahun kemudian, ia membawa Juventus menjuarai Serie A musim 2019/2020.

Kini tantangan baru menantinya di Bergamo. Atalanta berharap pengalaman dan pendekatan taktis Sarri mampu mengembalikan daya saing klub di level tertinggi sepak bola Italia sekaligus membawa La Dea kembali menjadi ancaman serius di kompetisi Eropa.

Musim 2026/2027 pun akan menjadi ujian penting bagi Sarri untuk membuktikan bahwa sentuhan magisnya masih mampu mengangkat klub menuju era kejayaan baru.

(Sumber: Serie A)