Editor: Damar Pratama
Timnas Belgia di Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA)
GEBRAK.ID, LOS ANGELES – Timnas Belgia harus puas berbagi angka setelah bermain imbang tanpa gol melawan Iran pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) WIB. Meski tampil lebih dominan sepanjang pertandingan, The Red Devils gagal mengubah banyaknya peluang menjadi gol.
Belgia menguasai jalannya laga dengan catatan penguasaan bola mencapai 56 persen, sedangkan Iran hanya 44 persen. Keunggulan Belgia juga terlihat dari jumlah operan sukses yang mencapai 575, jauh mengungguli Iran yang hanya membukukan 206 operan.
Dari sisi peluang, Belgia tampil agresif dengan melepaskan 22 tembakan, tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara Iran hanya mampu mencatatkan tujuh percobaan, dengan tiga tembakan tepat sasaran. Namun, kokohnya pertahanan kedua tim membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Situasi Belgia semakin sulit setelah bek Nathan Ngoy menerima kartu merah pada menit ke-67. Bermain dengan 10 pemain membuat tim asuhan Rudi Garcia harus lebih berhati-hati menghadapi tekanan Iran di sisa pertandingan.
Sejak awal laga, Garcia memang menurunkan kekuatan terbaiknya. Romelu Lukaku dipercaya sebagai ujung tombak dalam formasi 4-2-3-1 dengan dukungan Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, dan Leandro Trossard di lini serang.
Belgia juga melakukan beberapa perubahan dalam susunan pemain. Leandro Trossard mengisi posisi Jeremy Doku yang absen karena sakit, sementara Saelemaekers mendapat kesempatan tampil sebagai starter untuk meningkatkan kreativitas serangan dari sektor sayap.
Di lini tengah, duet Nicolas Raskin dan Youri Tielemans bertugas menjaga keseimbangan permainan. Sementara lini belakang diisi Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, dan Maxim De Cuyper dengan Thibaut Courtois tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Di kubu Iran, pelatih Amir Ghalenoei menerapkan strategi yang lebih pragmatis dengan formasi 4-3-3. Team Melli tampil disiplin dalam bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat untuk mengancam pertahanan Belgia.
Mehdi Taremi menjadi tumpuan di lini depan, didukung Mohammad Mohebi dan para gelandang yang berusaha memanfaatkan setiap ruang ketika Belgia kehilangan bola. Strategi tersebut terbukti cukup efektif untuk meredam dominasi lawan.
Meski gagal meraih kemenangan, Belgia tetap menunjukkan penguasaan permainan yang lebih baik. Namun, penyelesaian akhir yang kurang efektif serta kartu merah Nathan Ngoy menjadi faktor yang membuat mereka kehilangan kesempatan mengamankan tiga poin penting di Grup G.
Sementara bagi Iran, tambahan satu poin menjadi hasil positif setelah mampu menahan salah satu tim unggulan grup tanpa kebobolan, sekaligus menjaga peluang mereka untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya.
(*)