Bikin Bangga! Murid SD di Lamongan Tampil Percaya Diri dan Fasih Berbahasa Inggris, Tuai Pujian Wamendikdasmen

Atalia Basani, siswi kelas 6A yang juga merupakan jurnalis cilik SD Muhammadiyah Lamongan (SD Muhla), Jawa Timur, mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut, Jumat (19/6/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID, LAMONGAN – Keberanian tampil di depan umum dan kemampuan berbahasa Inggris yang dimiliki para murid SD Muhammadiyah Lamongan (SD Muhla), Jawa Timur, mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut, Jumat (19/6/2026).

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Atalia Basani, siswi kelas 6A yang juga merupakan jurnalis cilik SD Muhla. Dengan percaya diri, Atalia berinteraksi dan menunjukkan kemampuan komunikasinya di hadapan tamu dan peserta yang hadir. Penampilannya menjadi bukti bahwa keberanian dan keterampilan berbicara dapat dibangun sejak usia sekolah dasar.

"Anak-anak di sini luar biasa. Mereka berani tampil dan banyak yang fasih berbahasa Inggris. Ini merupakan modal penting untuk melahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan," ujar Fajar.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung penerapan teknologi pembelajaran sekaligus penguatan pendidikan karakter di SD Muhammadiyah Lamongan. Selama berada di sekolah, Fajar berkeliling ke sejumlah ruang kelas untuk menyaksikan bagaimana perangkat digital dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kelas persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika bagi siswa kelas 4 dan 5. Di ruang tersebut, pembelajaran didukung perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang memungkinkan guru menghadirkan materi secara lebih interaktif.

Tak hanya meninjau fasilitas, Wamendikdasmen juga memberikan motivasi kepada para murid agar berani mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan selama belajar. "Yang penting itu adik-adik punya keberanian tampil. Lalu mengerjakan, mengikuti prosesnya. Soal benar atau salah itu nomor dua," pesannya.

Semangat serupa juga terlihat saat Airin, salah seorang peserta didik, mempresentasikan simulasi siklus air menggunakan media pembelajaran digital. Penampilannya menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemampuan berpikir kritis para siswa.

Di sisi lain, Fajar mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan kehidupan sosial. Ia mengajak para murid untuk tetap rajin belajar, beribadah, serta aktif berinteraksi di lingkungan masyarakat tanpa bergantung pada gawai maupun media sosial.

Prestasi akademik SD Muhammadiyah Lamongan turut memperkuat keberhasilan model pembelajaran tersebut. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), rata-rata nilai Matematika dan Bahasa Indonesia sekolah ini mencapai 90,6. Nilai tertinggi Matematika mencapai 93,33, sedangkan Bahasa Indonesia menyentuh angka 96,33.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa perpaduan antara pemanfaatan teknologi, metode pembelajaran yang inovatif, serta penguatan karakter mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas. Kunjungan Wamendikdasmen pun menjadi gambaran bahwa transformasi pendidikan tidak hanya soal digitalisasi, tetapi juga membentuk generasi yang percaya diri, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

(Sumber: Kemendikdasmen)