Daftar 10 Negara Paling Aman di Dunia 2026: Islandia Juara, Ada Singapura dan Jepang

Islandia masih menjadi negara terdamai di dunia 2026 versi Global Peace Index  GPI). (Foto: istimewa) 
Editor: Devona R

GEBRAK. ID; JAKARTA--Global Peace Index (GPI) 2026 telah resmi dirilis. Dunia dilaporkan memasuki periode paling tidak damai dalam 20 tahun terakhir, namun beberapa negara masih mampu mempertahankan tingkat keamanan dan stabilitas yang luar biasa, menjadikannya destinasi paling aman untuk dikunjungi maupun tinggal.

Singapura dan Jepang berhasil mempertahankan posisinya di jajaran 10 besar negara paling damai di dunia, menjadikannya satu-satunya wakil dari kawasan Asia bersama dengan Selandia Baru yang secara geografis masuk Oseania .

Peringkat 10 Besar Global Peace Index 2026

Berikut adalah daftar lengkap negara dengan tingkat kedamaian tertinggi versi GPI 2026, menggunakan skala di mana angka mendekati 1 menunjukkan tingkat perdamaian tertinggi:

1. Islandia – 1.161 (Tetap)

2. Selandia Baru – Naik 1 posisi

3. Swiss – Turun 1 posisi

4. Slovenia – Naik 2 posisi

5. Irlandia – Turun 1 posisi

6. Austria – Turun 1 posisi

7. Portugal – Naik 1 posisi

8. Singapura – Turun 1 posisi

9. Finlandia – Naik 1 posisi

10. Jepang – Naik 3 posisi

[Sumber: Vision of Humanity/IEP, 2026]

Kondisi Global: Dunia Kian Tidak Damai

Meski memiliki "pulau-pulau" ketenangan, secara keseluruhan dunia sedang dalam tren mengkhawatirkan. Laporan IEP 2026 mencatat beberapa fakta penting:

· Penurunan Berkelanjutan: Tingkat perdamaian global memburuk untuk tahun ke-12 berturut-turut. Sebanyak 99 negara mengalami penurunan skor kedamaian, angka tertinggi sejak indeks ini pertama kali diluncurkan 20 tahun lalu .

· Konflik Meningkat: Jumlah konflik aktif antar negara bagian mencapai 61, terbanyak sejak Perang Dunia II. Rusia tercatat sebagai negara paling tidak damai di dunia pada 2026, diikuti oleh Sudan, Kongo, Ukraina, dan Israel. 

· Dampak Ekonomi: Kekerasan global berdampak pada kerugian ekonomi sebesar USD 21,81 triliun pada 2025, setara dengan 10,5% dari PDB dunia. 

Profil Negara Asia di 10 Besar

1. Singapura (Peringkat 8)

Meski turun satu peringkat dibanding tahun lalu, Singapura masih dinobatkan sebagai negara paling damai di Asia. Keberhasilan ini didukung oleh:

· Penegakan hukum yang sangat ketat.

· Tingkat kriminalitas yang hampir nol di kawasan perkotaan.

· Stabilitas politik yang kuat dan lingkungan sosial yang tertib .

2. Jepang (Peringkat 10)

Jepang menjadi negara dengan lonjakan peringkat tertinggi di jajaran 10 besar, naik tiga posisi. Peningkatan ini didukung oleh rekor kunjungan wisatawan yang mencapai 42,7 juta orang pada 2025, menunjukkan tingginya kepercayaan wisatawan global terhadap keamanan negara tersebut.

· Tingkat kejahatan kekerasan yang rendah.

· Institusi sosial yang stabil dan sistem hukum yang kuat.

· Keterlibatan minimal dalam konflik internasional. 

Sorotan Regional Asia-Pasifik

Secara keseluruhan, kawasan Asia-Pasifik masih menjadi kawasan paling damai kedua di dunia setelah Eropa. Namun, skor kedamaian di kawasan ini tercatat menurun 0,9% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh memburuknya indikator "konflik berkelanjutan" sebesar 2% .

Myanmar berada di peringkat 151 dunia, menjadikannya negara paling tidak damai di kawasan Asia-Pasifik akibat krisis pasca kudeta militer 2021.

Metodologi Penilaian

Institute for Economics & Peace (IEP) menyusun indeks ini menggunakan 23 indikator kuantitatif dan kualitatif yang terbagi dalam tiga domain utama :

1. Keamanan dan Keselamatan Masyarakat (Bobot 60%): Meliputi tingkat kriminalitas, teror, demonstrasi kekerasan, stabilitas politik, dan pengungsi internal.

2. Konflik Domestik dan Internasional yang Sedang Berlangsung (Bobot 40%): Meliputi durasi dan intensitas konflik, jumlah kematian akibat perang, serta hubungan dengan negara tetangga.

3. Militerisasi: Meliputi pengeluaran militer terhadap PDB, jumlah personel militer, impor senjata, serta akses terhadap senjata pemusnah massal.

Data bersumber dari lembaga terpercaya seperti UN, World Bank, Economist Intelligence Unit, dan SIPRI. 

Rekomendasi untuk Traveler

Bagi wisatawan Indonesia yang berencana berlibur ke luar negeri pada 2026, GPI ini bisa menjadi referensi utama.

"Daftar ini kerap menjadi salah satu referensi wisatawan saat memilih destinasi perjalanan, terutama di tengah meningkatnya konflik dan ketidakpastian geopolitik," demikian dikutip dari laporan Euronews.

Dengan masuknya Jepang dan Singapura dalam daftar, wisatawan tidak perlu terbang jauh ke Eropa untuk merasakan liburan yang aman dan nyaman. Selain dua negara tersebut, Malaysia juga mencatatkan performa baik dengan berada di peringkat 12 dunia, menjadi negara paling aman ketiga di Asia Tenggara setelah Singapura. 

(berbagai sumber)