GEBRAK.ID; JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk persiapan ujian dan seleksi masuk perguruan tinggi, seorang siswa SMA Muhammadiyah 3 (MUGA) Jakarta bernama M. Ihsanul Hayyan Lubis justru menorehkan cerita yang berbeda. Di sela-sela rutinitas menghafal Al-Qur'an, ia berhasil menembus 9 kampus prestisius di mancanegara, mulai dari Jepang hingga Australia.
Ihsan memperoleh berbagai tawaran studi dari kampus-kampus internasional bergengsi, di antaranya program Aerospace Engineering di Monash University Australia dan RMIT University Australia, Automation & Robotics Engineering di Western Australia, Mechanical Engineering di Adelaide University dan Curtin University, Mechanical and Electrical Systems Engineering di Kyoto University Jepang, Data Science & AI di Tokyo International University (TIU), hingga College of Sustainability and Tourism Concentration at Data Science and Information System di Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) Jepang dengan perolehan beasiswa pengurangan biaya kuliah sebesar 65 persen.
Selain meraih penerimaan dari berbagai universitas ternama di Australia dan Jepang, Ihsan juga sukses lolos seleksi di Institut Teknologi Bandung melalui program studi Teknik Dirgantara (Aerospace Engineering). Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kompetensi akademik yang dimilikinya diakui baik oleh perguruan tinggi unggulan dalam negeri maupun luar negeri.
Dengan pilihan kampus yang begitu luas, Ihsan menunjukkan bahwa generasi penghafal Al-Qur'an mampu menorehkan prestasi pada bidang-bidang strategis yang akan membentuk masa depan teknologi dan industri penerbangan dunia.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, pihak sekolah, dan lingkungan masyarakat. Meskipun tengah disibukkan dengan masa depan akademik, Ihsan tidak pernah meninggalkan tradisi menghafal Al-Qur'an yang sudah menjadi bagian penting dari kehidupannya. Ia membuktikan bahwa disiplin dan manajemen waktu yang baik mampu memadukan prestasi keagamaan dengan keunggulan akademik secara seimbang.
Kesuksesan Ihsan dinilai tidak terlepas dari ekosistem pendidikan yang dibangun oleh SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Sekolah ini secara konsisten mendorong para siswanya untuk mengembangkan potensi di bidang akademik, karakter, dan keagamaan.
Melalui berbagai program unggulan, peserta didik diberikan ruang luas untuk berprestasi sesuai dengan minat dan bakat masing-masing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sekolah pun tidak tinggal diam dalam mendukung cita-cita siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah penyelenggaraan program persiapan IELTS yang bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus memahamkan proses seleksi perguruan tinggi global.
Selain itu, pendampingan akademik, konsultasi studi lanjut, dan pembinaan karakter juga menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam mengantarkan siswanya menuju kampus impian.
Kisah Ihsan menjadi inspirasi tersendiri bahwa menghafal Al-Qur'an bukanlah penghalang untuk bersaing di kancah internasional. Sebaliknya, nilai-nilai ketekunan dan semangat belajar yang terasah dari proses menjaga hafalan justru menjadi bekal berharga untuk melangkah lebih jauh.
Dari lembaran mushaf menuju ruang-ruang riset dunia, Ihsan membuktikan bahwa generasi Qurani mampu menjadi generasi berprestasi yang mendunia.
Prestasi ini juga menjadi bukti nyata atas keberhasilan pembinaan di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Pihak sekolah berharap capaian Ihsan dapat menginspirasi siswa lainnya untuk terus berprestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Dengan semangat belajar yang tinggi, dukungan sekolah yang kuat, serta kedekatan dengan Al-Qur'an, generasi muda Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menembus kampus-kampus terbaik di dalam maupun luar negeri.
(Siaran Pers MUGA)
