Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID; JAKARTA – Kejutan besar terjadi di Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) dilaporkan mengambil langkah drastis dengan memecat pelatih Sabri Lamouchi di tengah berlangsungnya turnamen, hanya beberapa hari setelah tim nasional (timnas) Tunisia menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F.
Keputusan tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang tengah dihadapi tim berjuluk El Aigles de Carthage setelah memulai kampanye Piala Dunia dengan hasil yang jauh dari harapan.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip The Guardian pada Selasa (16/6/2026), FTF mengonfirmasi bahwa kerja sama dengan Lamouchi telah berakhir dan federasi kini bergerak cepat menunjuk Mondher Kebaier sebagai pelatih sementara.
"Kesepakatan resmi telah tercapai untuk memberhentikan pelatih Sabri Lamouchi. Saat ini sedang dilakukan proses penunjukan Mondher Kebaier sebagai pelatih tim nasional untuk sementara," demikian pernyataan FTF.
Pemecatan ini terbilang mengejutkan karena Lamouchi baru ditunjuk menangani Tunisia pada Januari 2026. Namun, serangkaian hasil buruk membuat posisinya terus digoyang kritik.
Sebelum tampil di Piala Dunia, Tunisia juga mengalami kekalahan memalukan saat menjalani laga uji coba melawan Belgia. Dalam pertandingan yang berlangsung di Brussels tersebut, Tunisia takluk dengan skor telak 0-5. Hasil itu menjadi alarm awal yang memperlihatkan rapuhnya performa tim menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia.
Ketika harapan bangkit muncul pada laga pembuka Grup F, Tunisia justru kembali terpuruk. Swedia tampil dominan dan menghukum berbagai kesalahan yang dilakukan lawannya hingga pertandingan berakhir dengan skor mencolok 5-1.
Situasi tersebut membuat peluang Tunisia untuk lolos ke fase gugur menjadi semakin berat. Mereka kini harus menghadapi Jepang pada laga kedua yang akan berlangsung di Guadalupe, stadion yang sama saat mereka dibekuk Swedia. Setelah itu, Tunisia masih harus berhadapan dengan Belanda pada pertandingan terakhir grup di Kansas City.
Pergantian pelatih di tengah kompetisi tentu bukan kondisi ideal. Namun, federasi tampaknya berharap sentuhan baru dari Mondher Kebaier mampu mengangkat moral pemain yang tengah tertekan.
Lamouchi bukan nama baru di pentas sepak bola dunia. Pelatih asal Prancis berusia 54 tahun itu pernah memimpin Timnas Pantai Gading pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun saat itu ia juga gagal membawa timnya melangkah ke babak 16 besar.
Kini, Tunisia berharap perubahan di kursi pelatih dapat menjadi titik balik untuk menjaga asa bertahan di Piala Dunia 2026. Meski peluang masih terbuka, mereka tak lagi memiliki ruang untuk melakukan kesalahan pada dua pertandingan tersisa.
(Sumber: The Guardian)
