![]() |
| Film Animasi Panjang Living in Magic a World Without Magic Resmi Dalam Pengembangan. (Foto: Anime Corner). |
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID-- Proyek video musik animasi independen Living in a World Without Magic (Mahō no Nai Sekai de Ikiru to Iu Koto atau disingkat Mahoseka) akan mendapatkan adaptasi film animasi berdurasi panjang. Kabar tersebut diumumkan melalui situs resmi proyek, Jumat (12/6/2026) menandai langkah besar bagi karya yang sebelumnya sukses menarik perhatian jutaan penonton di internet.
Video musik orisinalnya pertama kali dirilis di YouTube pada 1 Juli 2022 dan hingga kini telah mengumpulkan lebih dari 6,39 juta penayangan. Karya tersebut merupakan proyek kelulusan ilustrator sekaligus animator Akiwashi, yang menangani hampir seluruh proses produksi secara mandiri, mulai dari penyutradaraan, penulisan naskah, desain karakter, animasi, pembuatan latar belakang, CGI 3D, hingga proses compositing.
Pengisi suara ternama Natsuki Hanae dan philo turut berkontribusi dalam video musik tersebut. Popularitas proyek ini juga melahirkan adaptasi novel yang ditulis oleh Mamoru Iwasa dan diterbitkan oleh Kadokawa.
Kisah Mahoseka berlatar di kota Urgalz, tempat para penyihir hidup berdampingan secara diam-diam dengan masyarakat biasa.
Pada suatu malam yang diguyur hujan, seorang anak laki-laki bernama Haru tersesat dan kemudian ditolong oleh Sara, seorang penyihir bermata satu yang tinggal di sebuah pulau terapung di atas kota.
Sara menyambut Haru dengan hangat dan memberinya tempat berlindung. Seiring berjalannya waktu, hubungan keduanya semakin dekat dan keheningan yang awalnya ada perlahan berubah menjadi ikatan yang penuh kehangatan.
Namun di balik senyum ramah Sara tersimpan rahasia besar yang tidak dapat ia ungkapkan kepada siapa pun. Rahasia tersebut pada akhirnya akan membawa Haru ke dalam masa lalu para penyihir yang telah lama terlupakan.
Selain pengembangan film, proyek Mahoseka juga telah menyiapkan ekspansi ke pasar internasional. Situs berbahasa Inggris AnimeOshi saat ini membuka kampanye Mahoseka Film Club, yang memungkinkan para penggemar memberikan dukungan terhadap produksi film sekaligus memperoleh berbagai keuntungan eksklusif. Kampanye tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 8 Juli.
Proyek ini juga akan diperkenalkan dalam ajang industri internasional. Studio anime asal Singapura, Kasagi Labo, dijadwalkan membahas pengembangan film tersebut dalam sebuah panel di Annecy International Animation Film Festival yang berlangsung di Prancis pada 24 Juni. Acara tersebut akan menghadirkan salah satu pendiri Madhouse dan MAPPA, Masao Maruyama, bersama Chief Production Officer Kasagi Labo sekaligus mantan CEO Madhouse Beijing, Tony S. Izumi.
Sebagai bagian dari promosi globalnya, Kasagi Labo juga akan membuka stan khusus pada gelaran Anime Expo yang berlangsung pada 2–5 Juli mendatang.
(Sumber Anime News Network, 12 Juni 2026)
