![]() |
| DEN luruskan program bansos Rp. 5,4 juta bukan bantuan baru yang akan diterima seluruh masyarakat Indonesia melainkan akumulasi semua program baru yang sudah ada. ( Foto: istimewa) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA – Informasi mengenai bantuan sosial (bansos) tunai sebesar Rp5,4 juta yang ramai diperbincangkan masyarakat akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Pemerintah menegaskan angka tersebut bukan program bantuan baru yang akan diterima seluruh masyarakat Indonesia.
Juru Bicara Ketua DEN, Jodi Mahardi, menjelaskan nominal Rp5,4 juta hanyalah ilustrasi akumulasi manfaat dari berbagai program perlindungan sosial yang telah berjalan selama ini.
"Angka Rp5,4 juta bukan merupakan program bantuan tunai baru yang akan diterima secara merata oleh setiap warga negara," ujar Jodi dalam keterangan resminya.
Merupakan Akumulasi Berbagai Program Bansos
Menurut Jodi, angka tersebut menggambarkan estimasi maksimal bantuan yang dapat diterima satu rumah tangga penerima manfaat dari berbagai program pemerintah, seperti bantuan pangan, bantuan tunai, subsidi, hingga program perlindungan sosial lainnya.
Karena setiap keluarga memiliki kondisi ekonomi dan status kepesertaan yang berbeda, nilai bantuan yang diterima juga tidak akan sama.
"Setiap rumah tangga memiliki kondisi dan tingkat eligibilitas yang berbeda sehingga manfaat riil yang diterima tentu tidak akan sama," katanya.
Pemerintah Fokus Digitalisasi Penyaluran Bansos
DEN menjelaskan pemerintah saat ini sedang melakukan transformasi besar dalam sistem perlindungan sosial melalui digitalisasi data penerima bantuan.
Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran bansos menjadi lebih tepat sasaran, efisien, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pemerintah juga memastikan reformasi tersebut bukan untuk mengurangi jumlah bantuan yang sudah berjalan, melainkan meningkatkan akurasi penerima manfaat.
"Pemerintah ingin memastikan manfaat program perlindungan sosial dapat disalurkan secara jauh lebih efektif dan tepat sasaran khusus bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan," ujar Jodi.
Digital Single ID Jadi Kunci Penyaluran Baru
Sebelumnya, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah sedang menyiapkan sistem Digital Single ID sebagai basis integrasi seluruh data penerima bantuan sosial.
Melalui sistem tersebut, berbagai jenis bansos dan bantuan langsung tunai nantinya dapat disalurkan menggunakan satu basis data yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Luhut menyebut rata-rata akumulasi bantuan yang dikumpulkan dari berbagai program dapat mencapai sekitar Rp5,4 juta, namun bukan berarti seluruh masyarakat akan memperoleh nominal tersebut.
Digital Single ID ditargetkan mulai tersedia pada akhir tahun ini setelah melalui tahap uji coba di sejumlah daerah dan evaluasi menyeluruh sebelum diterapkan secara nasional.
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya Informasi yang Menyesatkan
Penjelasan DEN sekaligus meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial yang menyebut pemerintah akan membagikan bansos tunai Rp5,4 juta kepada setiap warga negara.
Pemerintah mengimbau masyarakat selalu mengacu pada informasi resmi dari kementerian dan lembaga terkait serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Dengan sistem penyaluran yang semakin terintegrasi, pemerintah berharap bantuan sosial dapat benar-benar diterima oleh kelompok masyarakat yang berhak sehingga efektivitas program perlindungan sosial semakin meningkat dan mampu menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi.
( berbagai sumber)
