Jelang Vs Paraguay, Legenda Jerman Rudi Voeller Bongkar Titik Lemah Die Mannschaft: Jangan Ulangi Kesalahan Fatal Ini!

Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. (Foto ilustrasi: Tangkapan layar DFB)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Timnas Jerman berhasil melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup E. Namun, di balik keberhasilan tersebut, legenda sepak bola sekaligus Direktur Timnas Jerman, Rudi Voeller, mengingatkan skuad Die Mannschaft agar segera membenahi satu kelemahan yang dinilai bisa menjadi petaka saat menghadapi Paraguay.

Jerman dijadwalkan menghadapi Paraguay pada babak 32 besar yang berlangsung di Foxborough, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama mengincar tiket menuju babak 16 besar.

Meski datang dengan modal sebagai juara grup, perjalanan tim asuhan Julian Nagelsmann tidak sepenuhnya mulus. Dari tiga pertandingan fase grup, Jerman mengoleksi dua kemenangan dan satu kekalahan.

Skuad Die Mannschaft membuka turnamen dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao sebelum mengalahkan Pantai Gading dengan skor tipis 2-1. Namun, pada laga terakhir grup, Joshua Kimmich dan rekan-rekannya dikejutkan Ekuador yang menang 2-1.

Hasil tersebut menjadi alarm bagi Rudi Voeller. Menurut mantan striker yang membawa Jerman menjadi juara dunia pada 1990 itu, tim masih terlalu sering kehilangan bola di area tengah lapangan saat membangun serangan.

Voeller menilai kesalahan tersebut sangat berbahaya karena dapat dimanfaatkan lawan untuk melancarkan serangan balik cepat.

"Ketika situasi jadi rumit, kami memperlihatkan gairah dan semangat bertarung yang sangat besar. Di pertandingan kedua dan ketiga, bagaimanapun, kami kehilangan bola yang tidak perlu di lini tengah ketika akan menyerang," ujar Voeller seperti dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).

Voeller menilai kelemahan itu sudah beberapa kali menghukum Jerman sepanjang fase grup. Baik Pantai Gading maupun Ekuador mampu menciptakan peluang berbahaya berkat kesalahan yang dilakukan pemain Jerman di sektor tengah.

"Tim-tim seperti Pantai Gading dan Ekuador mampu menghukum kesalahan-kesalahan semacam itu. Memang tidak semuanya akan berjalan sesuai rencana, tapi kami tidak bisa membuat kesalahan seperti itu di area krusial," tegas Voeller.

Menurut Voeller, skuad Jerman memiliki banyak pemain kreatif dengan kemampuan individu yang sangat baik. Namun, kreativitas tersebut harus diimbangi disiplin dalam menjaga penguasaan bola agar tidak menjadi bumerang.

"Kami punya pemain-pemain yang punya keunggulan dalam menciptakan peluang, dribble, dan mengambil risiko, dan kami ingin mereka melakukannya, melengkapi keseimbangan dengan disiplin yang diperlukan," kata Voeller.

Pertandingan melawan Paraguay juga memiliki nilai historis bagi kedua negara. Duel nanti menjadi pertemuan pertama di ajang kompetitif sejak babak 16 besar Piala Dunia 2002. Kala itu, Jerman berhasil menang tipis 1-0 berkat gol Oliver Neuville sebelum akhirnya melaju hingga partai final.

Kini, situasi tentu sudah berbeda. Paraguay datang sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik yang berhasil lolos dari Grup D. Status tersebut membuat mereka diperkirakan tampil tanpa beban dan berpotensi menyulitkan tim-tim unggulan.

Di sisi lain, Jerman tetap diunggulkan berkat kedalaman skuad yang dihuni pemain-pemain berpengalaman, seperti Joshua Kimmich serta sejumlah bintang muda yang tengah bersinar di bawah racikan Julian Nagelsmann.

Meski demikian, peringatan Rudi Voeller menjadi sinyal bahwa Die Mannschaft tidak boleh lengah. Kesalahan kecil di lini tengah bisa menjadi penentu nasib Jerman dalam pertandingan sistem gugur, di mana tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki hasil.

Jika mampu memperbaiki kelemahan tersebut, peluang Jerman untuk melanjutkan langkah ke babak 16 besar terbuka lebar. Namun, Paraguay dipastikan siap memanfaatkan setiap celah demi menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026.

(Sumber: DFB)